Jurnalpantura.id, Kudus – Dukungan logistik untuk pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus mulai disalurkan secara bertahap.
Hingga kini, sebanyak 11 truk perlengkapan telah diterima guna menunjang kesiapan koperasi yang tengah dikembangkan di berbagai desa dan kelurahan.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengatakan, percepatan pembangunan sarana dan prasarana KDKMP terus dilakukan agar seluruh target dapat segera rampung.
“Kami optimistis sebelum 2 Agustus semuanya bisa selesai. Hampir setiap hari ada koperasi yang progres pembangunannya mencapai 100 persen,” ujarnya saat menghadiri peresmian virtual 1.061 KDKMP oleh Presiden RI, Sabtu 16/05/2026 di Getaspejaten.
Menurutnya, penguatan fasilitas operasional menjadi bagian penting agar koperasi nantinya dapat berjalan maksimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Sampai hari ini sudah ada 57 koperasi yang selesai. Selain itu kami juga menerima dukungan 11 truk perlengkapan untuk menunjang operasional,” katanya.
Tak hanya distribusi logistik, sejumlah fasilitas lain juga mulai dipasang di beberapa titik koperasi. Saat ini tercatat 20 koperasi telah dipasangi pendingin ruangan (AC), sementara 10 koperasi lainnya sudah mendapatkan rak penyimpanan.
“Dalam waktu dekat kami juga akan menerima perlengkapan gerai lainnya seperti kendaraan pick up, bentor, perlengkapan apotek, hingga fasilitas ruang dokter,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengoperasian KDKMP nantinya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa hingga pengurus koperasi.
“Kami bekerja sebagai satu tim besar bersama dinas terkait, kepala desa, dan pengurus koperasi supaya KDKMP ini benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa program KDKMP menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan mendukung distribusi kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut, Kabupaten Kudus menargetkan pembangunan 132 unit KDKMP dan saat ini sebagian besar sudah memasuki tahap penyelesaian.
“Hari ini peresmian KDKMP dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden RI. Untuk Kabupaten Kudus sendiri, progres pembangunan sudah sekitar 90 persen dan yang benar-benar selesai ada 57 koperasi,” ungkapnya.
Menurut Sam’ani, keberadaan KDKMP bukan untuk mematikan pelaku usaha kecil di desa, melainkan menjadi wadah kolaborasi ekonomi berbasis kearifan lokal.
“KDKMP ini merangkul semua pihak, termasuk UMKM dan BUMDes. Jadi bukan bersaing untuk mematikan, tetapi saling menguatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (J02/A01)










