Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak tujuh kafilah asal Kabupaten Kudus resmi dilepas untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI.
Mereka akan didampingi tiga pendamping selama mengikuti kompetisi yang dipusatkan di Kota Semarang.
Pelepasan para kafilah tersebut turut mendapat dukungan dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu memberikan doa dan dorongan agar para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta membawa nama Kudus dan Jawa Tengah di tingkat nasional.
Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana, menyebut tujuh peserta yang dikirim merupakan kader terbaik daerah. Menurutnya, para kafilah telah menjalani persiapan secara serius sehingga diharapkan mampu tampil maksimal saat perlombaan.
“Hari ini dilepas oleh Pak Bupati dengan dukungan restu beliau. Mudah-mudahan kader kita yang tujuh orang terbaik dari Kabupaten Kudus itu nanti bisa memperoleh yang terbaik di MTQ Nasional. Ya, mudah-mudahan bisa dapat juara semua,” ujar Shony, Senin, 7/9/2026.
Persiapan menghadapi kompetisi nasional tersebut dilakukan melalui Training Center (TC) sejak Agustus 2026. Pemusatan latihan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan peserta sebelum berhadapan dengan para kafilah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
MTQ Nasional ke-XXXI sendiri dijadwalkan berlangsung pada 12-19 September 2026. Sejumlah perlombaan akan digelar di berbagai lokasi di Kota Semarang, mulai dari kawasan Simpang Lima, Kantor Wilayah Kementerian Agama, hingga kompleks Masjid Agung.
Pembina MTQ Jawa Tengah asal Kudus, Saiful Mujab, menjelaskan bahwa komposisi kafilah Kudus terdiri atas enam peserta putra dan satu peserta putri. Sejumlah cabang yang diikuti di antaranya kaligrafi naskah, kaligrafi dekorasi putra, kaligrafi digital putra dan putri, serta cabang Qira’at Sab’ah dan Murattal Sab’ah putra.
Kaligrafi digital menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus. Cabang yang tergolong baru tersebut berhasil dimenangi peserta asal Kudus pada tingkat Jawa Tengah sehingga diharapkan mampu kembali memberikan prestasi pada tingkat nasional.
“Jadi Kudus mengirimkan dua putra-putri terbaik Jawa Tengah itu kaligrafi digital. Ini cabang baru dan Kudus juaranya,” kata Saiful.
Menurut Saiful, capaian tersebut juga dapat menjadi pemicu semangat bagi para santri di Kudus untuk mengembangkan seni kaligrafi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Berbeda dengan kaligrafi konvensional yang dibuat menggunakan kuas dan cat secara manual, kaligrafi digital dikerjakan melalui komputer atau laptop dengan proses desain.
Selain mengandalkan cabang kaligrafi, Kudus juga menaruh harapan pada Qira’at Sab’ah dan Murattal Sab’ah putra.
“Ada kaligrafi naskah, ada kaligrafi dekorasi putra, kemudian ada dua itu digital putra-putri, kemudian cabang Sab’ah, Qira’at Sab’ah itu andalan kita, Ustaz Mas’ud Syahat, kemudian Murattal Sab’ah putra. Itu semuanya ada tujuh,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah menargetkan gelar juara umum.
“Target, karena tuan rumahnya Jawa Tengah, targetnya tetap juara umum. Insyaallah nanti dibuka oleh Bapak Presiden Prabowo,” pungkas Saiful. (J05/A01)










