Jurnalpantaura.id, Kudus – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 tahun 2025 di Kabupaten Kudus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya betonisasi jalan usaha tani (JUT) dan pembangunan jembatan penghubung antar dukuh di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.
Jumat (25/7), suasana gotong royong tampak menyatu antara anggota TNI, polisi, dan warga yang bahu-membahu melakukan pengecoran jalan di Dukuh Sudo, Desa Kandangmas.
Deru mesin molen tak henti mencampur pasir, semen, kerikil, dan air untuk menghasilkan beton yang siap dituang.
“Ayo pasir, pasir, air. Hati-hati, pelan-pelan,” seru salah satu warga saat material bangunan diangkut secara estafet menggunakan ekrak bambu menuju mesin molen.
Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi pun turun langsung ke lapangan, ikut mengangkat material dan meratakan beton di tengah terik matahari.
Ia menjelaskan bahwa betonisasi jalan ini sepanjang 1,25 kilometer, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter.
“Jalan ini melanjutkan pembangunan TMMD Reguler 2017 dan Karya Bakti TNI 2018 yang sudah menghubungkan Dukuh Sudo dengan Dukuh Masin,” terang Hermawan.
Menurutnya, jalan ini sangat penting karena sebelumnya kerap licin saat hujan, menyulitkan petani membawa hasil panen. Dengan jalan yang dibeton, akses pertanian menjadi lebih mudah dan aman, bahkan bisa dilalui kendaraan roda dua hingga roda empat.
Selain JUT, TMMD Reguler 2025 juga membangun jembatan permanen yang menghubungkan Dukuh Sudo dengan Dukuh Masin. Jembatan tersebut dirancang sepanjang 12 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 6 meter.
“Kalau jembatan ini selesai, truk pengangkut hasil panen bisa langsung lewat dan lebih dekat dengan lahan pertanian warga,” tambah Dandim.
Antusiasme masyarakat sekitar pun sangat tinggi. Meski harus bekerja di bawah panas matahari, semangat gotong royong tetap menyala demi kemajuan desanya.
“Ini kolaborasi luar biasa antara TNI dan warga. Kami targetkan semua selesai pada 21 Agustus 2025,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan jembatan, TMMD Reguler ke-125 di Kudus juga mencakup sasaran fisik lainnya, seperti rehab enam unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan enam titik sumur bor, perbaikan empat tempat ibadah, dan pembuatan 20 unit jamban sehat.
Sementara untuk kegiatan nonfisik, TMMD menyelenggarakan berbagai penyuluhan dan pelatihan, mulai dari bela negara, bahaya narkoba, radikalisme, pertanian, pengembangan UMKM, hingga pencegahan stunting dan pelatihan keterampilan masyarakat.
“Semoga semua kegiatan ini bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Letkol Hermawan. (J02/A01)










