Jurnalpantura.id, Kudus – Sebuah momen tak terduga mewarnai acara penyerahan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu, 12/11/2025.
Wahyudi warga Desa Nganguk, Kecamatan Kota Kudus, yang juga salah satu penerima bantuan, berkesempatan merasakan sensasi duduk di kursi orang nomor satu di Kabupaten Kudus.
Kesempatan istimewa ini datang saat acara penyerahan 80 unit becak listrik kepada para tukang becak di Kabupaten Kudus.
Di penghujung acara, Bupati Kudus langsung menggandeng Wahyudi, ke dalam ruangan kerja bupati.
Wahyudi terlihat sangat gembira dan terkejut dengan kehormatan yang ia terima.
“Saya tidak pernah berpikir atau berkeinginan bisa duduk di kursi bupati. Bermimpipun tidak pernah, tidak pernah menduga bisa duduk di kursi bupati,” kata Wahyudi dengan mata berbinar.
Wahyudi juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan becak listrik yang sangat bermanfaat, serta kepada Bupati Kudus atas kesempatan dan keramahan yang ia tunjukkan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan filosofi yang mendalam mengenai jabatan dan fasilitas negara.
”Pendapa Kabupaten Kudus ini milik rakyat, maka kursi bupati pun milik rakyat Kudus,” ujar Bupati Sam’ani.
Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pekerja alih daya (outsourcing) di posisi tersebut, menegaskan bahwa kekuasaan pada dasarnya adalah milik masyarakat.
Momen ini menjadi simbol bahwa kekuasaan dan fasilitas publik memang seyogyanya dapat diakses dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.










