Tahun 2024, Kudus Targetkan Semua Kelas di SD Terapkan Kurikulum Merdeka

- Jurnalis

Jumat, 15 September 2023 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek Kurikulum Merdeka bagi guru SD di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Bimtek Kurikulum Merdeka bagi guru SD di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus menargetkan untuk Tahun 2024 mendatang, Kurikulum Merdeka akan diterapkan untuk semua kelas jenjang Sekolah Dasar (SD).

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugraha menjelaskan, Kurikulum Merdeka saat ini baru diterapkan untuk empat kelas, yakni di kelas 1, 2, 4, dan 5. Sementara untuk kelas 3 dan 6, masih menggunakan Kurikulum 2023 atau K-13.

Untuk mencapai target tersebut, Disdikpora melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Merdeka kepada guru di semua SD yang ada di Kudus. Bimtek ini diselenggarakan guna menyelaraskan pemahaman terkait kurikulum tersebut.

“Jadi biar sama persepsinya, apa Kurikulum Merdeka itu, ruhnya itu kan sebenarnya ada di pembelajaran terdeferensiasi,” ujarnya, Jumat (15/9/2023).

Bimtek sendiri dilakukan selama dua hari, dimana semua guru SD di 9 korwil kecamatan. Pelaksanaan dibagi menjadi 3 gelombang, tiap minggunya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Bitingan Kudus Mengeluh Sepi, Bellinda: Pedagang Sayur Malam Harus Selesai Jam 6 Pagi

“Tahun depan, harapan kami semua kelas di SD itu sudah menerapkan Kurikulum Merdeka,” tandasnya.

Lebih lanjut, Anggun menjelaskan, pembelajaran terdeferensiasi sendiri pada dasarnya merupakan pembelajaran yang berfokus pada anak didik. Dimana, masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda.

“Jadi yang dominan ke akademik harus diperlakukan seperti apa, begitupun dengan siswa yang dominan ke seni, olahraga itu harus diperlakukan seperti apa. Itulah yang kita bekali kepada guru dalam bimtek ini,” tambahnya.

Menurutnya, penguasaan paling penting yang harus dimiliki seorang guru ialah diagnostik awal. Dimana, penguasaan ini difungsikan untuk mengetahui kecenderungan anak. Apabila sudah dikuasai, maka pembelajaran terdeferensiasi akan terlaksana dengan baik.

“Yang guru SMP ini sudah melaksanakan doagnostik awal. Nah ini yang SD kita dorong agar biar sama-sama seperti itu, sehingga pembelajaran terdeferensiasi ini terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru