Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) menyelenggarakan seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD), Rabu, 2/7/2025.
Ajang tahunan yang dinanti para pelajar ini digelar di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus dan melibatkan 90 peserta dari 63 sekolah di sembilan kecamatan.
Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari sembilan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan.
Mereka bersaing dalam tujuh cabang lomba seni dan sastra yang mencakup gambar ekspresi, menyanyi solo, seni kriya, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan tari.
Ajang ini menjadi panggung untuk menampilkan bakat serta kreativitas siswa-siswi SD di Kudus.
Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada, menegaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara objektif dan transparan. Ia memastikan bahwa penilaian dilakukan secara adil agar tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta.
“Penjurian fair, keputusan juri tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.
Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar, Maulana Majid, menjelaskan bahwa peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan juara pertama hasil seleksi dari masing-masing kecamatan.
Ia menekankan bahwa FLS3N tidak hanya sebagai ajang lomba, melainkan juga media untuk membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat ekspresi seni siswa.
“Setiap korwil mengirimkan satu peserta terbaik dari tujuh cabang lomba. Tujuannya bukan sekadar lomba, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, penguatan kepercayaan diri, dan sarana ekspresi diri siswa,” jelas.
Kegiatan ini juga menjadi wadah perayaan keragaman budaya lokal yang dikemas dalam karya seni siswa. Menurut Majid, melalui FLS3N siswa diajak tampil berani, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai budaya yang hidup dalam masyarakat.
“Lewat FLS3N ini, kita dorong siswa tampil berani, beretika, dan menjunjung nilai-nilai budaya,” tambahnya.
Salah satu sekolah yang antusias mengikuti FLS3N adalah SD 2 Wergu Wetan. Kepala sekolah Nurhani Kartika Sari mengungkapkan pihaknya mengirimkan lima siswa untuk dua cabang lomba, yaitu Tari Kreasi dan Gambar Ekspresi.
Tarian yang ditampilkan mengangkat kisah lokal tentang Sendang Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Untuk lomba gambar, pihaknya mengandalkan siswa kelas 5 yang telah berpengalaman dan menunjukkan semangat tinggi dalam berkarya.
“Kami ingin anak-anak mengenal budaya daerahnya lewat seni tari,” ujar Nurhani. (J05/A01)










