oleh

SMP Islam Nudia Semarang Tampung Empat Siswa Imigran

Jurnalpantura.id, Semarang – Tunjukkan kepedulian terhadap nasib para imigran. SMP Islam Nudia, Semarang tampung dan beri pembelajaran kepada empat anak imigran.

Terdiri dari tiga asal negara Somalia dan satu asal negara Afganistan.

Keempatnya bisa mendapatkan akses menjadi pelajar berkat rekomendasi daei Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM)-Badan Migrasi PBB, yang merupakan organisasi antar pemerintah dalam hal mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur sehingga bermanfaat bagi semua.

Saat pertama kali hadir juga dihantarkan langsung oleh tim Pemerintah Kecamatan Semarang Barat.

“Mereka sekarang kelas 8 semua, masuk disini (SMP Nudia) sejak kelas 7. Jadi ada dua cewek dan dua cowok. Status mereka dititipkan ke kami untuk mengikuti dan mendapatkan pelajaran sekolah, tapi memang mereka ndak masuk dapodik (Data Pokok Pendidikan),”kata Kepala SMP Islam Nudia, Semarang, Drs Musyafa’, saat ditemui di sekolahnya, Jalan Kenconowungu IV/V Karangayu, Semarang Barat, Kota Semarang.

Diakuinya, hingga tamat sekolah nantinya, status keempatnya hanya memperoleh surat keterangan tamat belajar dari sekolah. Termasuk raport. Namun tidak memperoleh ijazah.

“Sifatnya cuma nunut sekolah, supaya mereka dapat pendidikan,”ujarnya.

Keempatnya bisa bersekolah di SMP Islam Nudia, setelah sebelumnya sudah ada pembicaraan dengan Yayasan Masjid Nurul Huda, Karangayu, Semarang, yang merupakan yayasan sekolah itu.

“Kalau yayasan setuju kami siap, memang sejak mereka masuk ada kendala, khsusnya masalah bahasa. Tapi infonya sudah tiga tahunan di Indonesia,”jelasnya.

Sepemahamannya, keempatnya sudah bisa bahasa Indonesia, hanya saja belum lancar. Namun ada satu anak yang bisa menguasai empar bahasa, anak itu yang berasal dari Somalia bernana Siti Khodijah.

“Kalau bahasa Inggrisnya agak lancar semua. Sayangnya ndak bisa masuk dapodik, yang Siti Khodijah pengen jadi dokter dan katanya sudah hafal 10 jus alquran. Cuma belum saya tes langsung,”ungkapnya.

Waka Kurikulum SMP Islam Nudia, Idayanti, menambahkan wisma keempatnya di Kalibanteng. Dari informasi yang diterimanya awalnya mau datang delapan anak, namun akhirnya cuma ada empat anak. Karena empat anak lagi, informasinya sudah pindah.

“Mereka diantarkan ke sini oleh kecamatan pertama kali. Kalau sosialisasi agak mendingan. Prestasi lumayan, karena bahasanya agak kesulitan, belum lancar secara total. Cuma kalau mid semester bisa kerjakan,”imbuhnya.

Diakuinya, keempatnya juga mengukuti semua mata pelajaran dan semua beragama Islam. Selama pembelajaran daring status mereka juga sama dengan lainnya, belajar dari rumah.

“Kalau ndak nyambumg di zoom nanti di urusi via zoom oleh IOM. Karena IOM memang sangat perhatian kepada mereka, bahkan rencananya mau diberikan tambahan les juga, cuma belum terealisasi,”sebutnya. (J02/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed