Jurnalpantura.id, Kudus – Empat siswa SMP 1 Kaliwungu, Kudus berhasil memboyong piala juara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-17 SMA 1 Nalumsari, Jepara. Empat siswa tersebut berhasil unggul dari 14 lebih sekolah di Kudus dan Jepara yang ikut berlaga dalam lomba tingkat SMP/MTs tersebut.
Kepala SMP 1 Kaliwungu, Abdullah Noor menyampaikan empat juara yang berhasil di sekolah setempat, antara lain, Juara 2 Cipta Baca oleh Syarifa Chika Juliana Sancoko, Juara 1 IT Cimpetition oleh Mohammad Saiful Fachri, Juara 2 IT Competition oleh Mohammad Ragil Ristiyanto, serta Juara 1 Story Telling oleh Labib Maftuh.
“Saya memang mendorong setiap siswa saya untuk berprestasi. Setiap ada perlombaan dan kita punya peluang, maka akan kita kirimkan,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (16/2/2023).
Noor mengungkapkan, even lomba tersebut diselenggarakan pada 14 Februari 2023. Untuk persiapan yang dilakukan oleh SMP 1 Kaliwungu dilakukan sejak dua minggu sebelum lomba, yang mana kegiatan pembinaan hanya diberikan oleh guru pembina sebanyak enam kali.
“Kita untuk empat lomba yang diikuti memang tidak ada ekstrakurikulernya, tapi karena kita punya potensi langsung kita lakukan pembinaan. Alhamdulillah anak-anak kita berhasil memboyong piala,” tuturnya.
Pemilihan siswa untuk dikirim dalam lomba, lanjutnya, dilakukan melalui seleksi internal yang cukup ketat. Para siswa yang memiliki potensi di bidang yang akan diperlombakan, kemudian diseleksi dengan berbagai pertimbangan oleh guru pembina.
“Jadi memang tidak asal comot. Alhamdulillah ini tahun ketiga kita ikut even lomba yang diselenggarakan oleh SMA Nalumsari dan selalu memboyong piala,” ujarnya.
Sementara itu, Labib Maftuh yang berhasil menyabet Juara 1 Story Telling mengatakan bahwa dalam perlombaan tersebut dirinya membawakan kisah berjudul Sangkuriang. Dirinya sendiri berlatih secara mandiri dan bersama guru pembina dari sekolah selama dua minggu.
“Itu temanya sudah dari sana, ada beberapa pilihan dan saya ambil judul Sangkuriang. Naskah garis besar dari sana, lalu saya improv pakai beberapa dialog,” ucap siswa kelas 8 ini.
Labib mengaku senpat merasa grogi saat tampil membawakan naskahnya. Namun, dengan rasa percaya diri dan nasehat dari kepala sekolah untuk menampilkan yang terbaik, akhirnya dirinya mampu menunjukkan bakat yang dimilikinya di bidang story telling.
“Memang sudah suka bahasa inggris dari SD, jadinya tidak terlalu sulit untuk membawakan naskah, cuma pas tampil masih ngerasa grogi aja,” katanya. (J05/A01)










