Semarak MAPSI SD Kota Kudus, 482 Siswa Berebut Tiket ke Tingkat Kabupaten

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lomba MAPSI SD tingkat Kecamatan Kota Kudus yang digelar di SD Unggulan Muslimat NU Kudus. (Foto: J05)

Lomba MAPSI SD tingkat Kecamatan Kota Kudus yang digelar di SD Unggulan Muslimat NU Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 482 siswa sekolah dasar (SD) mengikuti ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu, 5/9/2026.

Beragam kemampuan siswa dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami ditampilkan dalam kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kota Kudus dan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan MAPSI tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menggali serta mengembangkan potensi siswa di bidang keagamaan dan seni Islami.

“Harapannya dari masing-masing kecamatan nanti bisa muncul juara-juara yang memang berpotensi untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten. Dari sana akan dipilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujar Purwo.

Pelaksanaan MAPSI tingkat kecamatan di Kabupaten Kudus tahun ini digelar secara bertahap. Setelah seluruh kecamatan menyelesaikan rangkaian perlombaan, para juara akan kembali berkompetisi dalam MAPSI tingkat Kabupaten Kudus yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.

Selanjutnya, peserta yang berhasil menjadi terbaik di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk mengikuti MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kompetisi tingkat provinsi tersebut akan berlangsung di Kabupaten Purworejo pada 11-13 November 2026.

Baca Juga :  Tak Ada Libur, Nataru Siswa di Kudus PTM

Purwo menegaskan, proses berjenjang tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan prestasi siswa. “Jadi kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan. Kami ingin benar-benar mendapatkan anak-anak terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kecamatan dan Kabupaten Kudus di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ketua KKG PAI Kecamatan Kota, Ahrisin Najib, menyebut terdapat 13 cabang yang dipertandingkan dalam MAPSI kali ini. Cabang tersebut antara lain tilawatil Qur’an, azan, tahfiz, cerita Islami, khitobah, TIK atau teknologi informatika Islami, seni religi, dan rebana.

Selain cabang tersebut, siswa juga diuji melalui praktik wudu dan salat. Purwo menilai Kecamatan Kota mempunyai potensi cukup besar untuk melahirkan peserta berprestasi, terutama dalam cabang khitobah serta praktik wudu dan salat.

“Kecamatan Kota ini memiliki banyak sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis Islam. Karena itu, potensi anak-anak dalam kegiatan PAI cukup beragam dan kami berharap bisa muncul talenta-talenta terbaik,” katanya

Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid, berharap MAPSI mampu menjadi wadah untuk menemukan bakat siswa yang selama ini belum terlihat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini muncul talenta-talenta anak yang selama ini mungkin masih terpendam, khususnya di bidang pendidikan agama dan seni Islam,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh sekolah mendukung kegiatan tersebut agar semakin banyak potensi siswa yang dapat dikembangkan hingga ke tingkat kabupaten dan provinsi. ((J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru