Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 482 siswa sekolah dasar (SD) mengikuti ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu, 5/9/2026.
Beragam kemampuan siswa dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami ditampilkan dalam kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kota Kudus dan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang telah disiapkan panitia.
Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan MAPSI tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menggali serta mengembangkan potensi siswa di bidang keagamaan dan seni Islami.
“Harapannya dari masing-masing kecamatan nanti bisa muncul juara-juara yang memang berpotensi untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten. Dari sana akan dipilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujar Purwo.
Pelaksanaan MAPSI tingkat kecamatan di Kabupaten Kudus tahun ini digelar secara bertahap. Setelah seluruh kecamatan menyelesaikan rangkaian perlombaan, para juara akan kembali berkompetisi dalam MAPSI tingkat Kabupaten Kudus yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.
Selanjutnya, peserta yang berhasil menjadi terbaik di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk mengikuti MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kompetisi tingkat provinsi tersebut akan berlangsung di Kabupaten Purworejo pada 11-13 November 2026.
Purwo menegaskan, proses berjenjang tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan prestasi siswa. “Jadi kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan. Kami ingin benar-benar mendapatkan anak-anak terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kecamatan dan Kabupaten Kudus di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ketua KKG PAI Kecamatan Kota, Ahrisin Najib, menyebut terdapat 13 cabang yang dipertandingkan dalam MAPSI kali ini. Cabang tersebut antara lain tilawatil Qur’an, azan, tahfiz, cerita Islami, khitobah, TIK atau teknologi informatika Islami, seni religi, dan rebana.
Selain cabang tersebut, siswa juga diuji melalui praktik wudu dan salat. Purwo menilai Kecamatan Kota mempunyai potensi cukup besar untuk melahirkan peserta berprestasi, terutama dalam cabang khitobah serta praktik wudu dan salat.
“Kecamatan Kota ini memiliki banyak sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis Islam. Karena itu, potensi anak-anak dalam kegiatan PAI cukup beragam dan kami berharap bisa muncul talenta-talenta terbaik,” katanya
Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid, berharap MAPSI mampu menjadi wadah untuk menemukan bakat siswa yang selama ini belum terlihat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini muncul talenta-talenta anak yang selama ini mungkin masih terpendam, khususnya di bidang pendidikan agama dan seni Islam,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh sekolah mendukung kegiatan tersebut agar semakin banyak potensi siswa yang dapat dikembangkan hingga ke tingkat kabupaten dan provinsi. ((J05/A01)










