Sasar Santri Ponpes, Dinas Kesehatan Kudus Lakukan Skrining Dini HIV/AIDS

- Jurnalis

Jumat, 1 Desember 2023 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skrining HIV/AIDS sasaran santri pondok pesantren di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Skrining HIV/AIDS sasaran santri pondok pesantren di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam rangka Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan skrining dini serta penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di lingkungan pondok pesantren (ponpes).

Kegiatan skrining AIDS diikuti oleh sebanyak 200 santri dan santriwati pondok pesantren di Kabupaten Kudus. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan, bertempat di Kantor Kemenag Kudus, Jumat (1/12/2023).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus, Darsono menyampaikan, kegiatan penyuluhan ini dilakukan, dengan harapan agar seluruh masyarakat mendapatkan skrining awal tentang HIV/AIDS.

Kegiatan penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan HIV/AID di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

“Harapan kami semua bisa tertangani secara kontinyu, jadi mereka ini nantinya akan menjadi agen yang akan menyebarkan edukasi tentang HIV/AIDS di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Darsono menambahkan, 200 santri dan santriwati yang ikut skrining dan penyuluhan ini merupakan sampling dari sekira 30 ponpes yang ada di Kabupaten Kudus. Hasilnya diketahui non reaktif semua.

“Hasilnya NR (Non-Reaktif) semua,” tandasnya.

Baca Juga :  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adakan Pembinaan Dan Penilaian Posyandu Balita

Sementara itu, Aktivis HIV/AIDS di Kabupaten Kudus, Eni Mardiyanti menambahkan bahwa tren kasus HIV/AID di Kudus tidak terlalu meningkat taja. Namun, tetap perlu diwaspadai sebab angka kasus masih cukup tinggi.

“Total kasus hingga Oktober 2023 ini ada 134 temuan, dimana 87 temuan diantaranya adalah laki-laki dan 47 temuan lainnya adalah perempuan,” katanya.

Pihaknya pun berharap, dengan adanya kegiatan skrining dini dan penyuluhan yang dilakukan secara masif, maka angka kasus HIV/AIDS di Kudus bisa tertangani dengan maksimal.

Salah satunya, di lingkungan pondok pesantren, yang menurutnya, kepahaman dan kesadaran terkait HIV/AIDS belum tersentuh dengan maksimal. Sehingga, dengan kegiatan ini, nantinya bisa menjadi bagian dari agen pencegahan dan penangangan HIV/AIDS.

“Kan kita pahamkan agar mereka bisa memberikan edukasi kepada sesamanya dan jangan takut untuk skrining, tidak hanya ngomong tapi juga sudah melakukan skrining HIV/AIDS,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru