Jurnalpantura.id, Kudus – Rencana renovasi Stadion Wergu Wetan di Kabupaten Kudus tidak hanya berdampak pada fasilitas olahraga, tetapi juga pada keberadaan kios pedagang di kawasan stadion.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat tersebut akan mengharuskan pembongkaran sejumlah bangunan lama, termasuk area kios.
Proyek renovasi stadion ini merupakan bagian dari program pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dalam proyek tersebut, Pemkab Kudus berperan sebagai penerima manfaat, sementara proses pembangunan sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat.
Kabid Olahraga pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Widoro Heriyanto, menyampaikan bahwa renovasi stadion akan dilakukan secara menyeluruh.
Seluruh bangunan lama akan dibongkar untuk menyesuaikan dengan desain baru yang telah disiapkan oleh kementerian.
“Renovasi stadion nantinya akan dilakukan secara menyeluruh dengan pembongkaran bangunan yang ada saat ini. Termasuk di dalamnya area kios yang selama ini digunakan oleh para pedagang di sekitar stadion,” ujarnya, Sabtu, 7/3/2026.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 16 kios yang beroperasi di area stadion. Keberadaan kios tersebut selama ini diatur melalui sistem kerja sama sewa antara pedagang dengan pengelola stadion.
Seiring rencana dimulainya pembangunan, kontrak sewa kios yang ada akan dievaluasi kembali. Pemerintah daerah menyebut kontrak tersebut dapat dihentikan apabila proses renovasi sudah mulai dilaksanakan.
Setelah pembangunan stadion selesai, Pemkab Kudus berencana melakukan evaluasi ulang terhadap sistem penyewaan kios.
Penataan kawasan stadion juga akan dilakukan, termasuk kemungkinan pengaturan kembali lokasi fasilitas dan area usaha agar lebih tertata serta mendukung kenyamanan pengunjung stadion.
“Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan akses jalan, keamanan, serta kenyamanan penonton yang nantinya menggunakan fasilitas Stadion Wergu Wetan,” tukasnya.
Lebih lanjut, Widoro menyampaikan bahwa ejumlah tahapan awal terkait desain stadion telah disampaikan oleh pemerintah pusat. Meski demikian, kepastian waktu pelaksanaan pembangunan masih menunggu keputusan lebih lanjut dari kementerian.
Dalam perkembangan terbaru, terdapat perubahan rencana kapasitas stadion.
Awalnya pihak kementerian merencanakan kapasitas sekitar 6 ribu penonton. Namun setelah adanya komunikasi dengan pemerintah daerah, diusulkan peningkatan kapasitas menjadi sekitar 8 ribu hingga 10 ribu penonton.
Rencana kapasitas tersebut menggunakan konsep single seat atau kursi tunggal untuk penonton. Dengan sistem ini, jumlah kapasitas bisa saja sedikit berubah menyesuaikan dengan desain akhir stadion dari pihak kementerian. (J05/A01)










