Rembuk Sanitasi, Kolaborasi PKK, KSM dan Djarum Foundation Wujudkan Desa Kesambi Sehat

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi lintas pihak, TP PKK Kudus, KSM, dan Djarum Foundation duduk bersama dalam rembuk sanitasi di Balai Desa Kesambi, membahas langkah mewujudkan desa sehat (Foto: JP)

Kolaborasi lintas pihak, TP PKK Kudus, KSM, dan Djarum Foundation duduk bersama dalam rembuk sanitasi di Balai Desa Kesambi, membahas langkah mewujudkan desa sehat (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Upaya mewujudkan lingkungan desa yang sehat dan layak huni diwujudkan melalui kegiatan rembuk sanitasi yang melibatkan kolaborasi Tim Penggerak PKK, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta Djarum Foundation.

Rembuk Sanitasi yang digelar pada Rabu 07/01/2026 malam di Balai Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, sekaligus menetapkan Desa Kesambi sebagai pilot project program sanitasi terpadu.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, yang juga didapuk sebagai Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa rembuk sanitasi menjadi langkah awal penting dalam penanganan sanitasi rumah tangga secara menyeluruh.

“Kegiatan malam ini saya hadir sebagai Bunda Sanitasi. Rembuk sanitasi ini merupakan pilot project dari Djarum Foundation untuk membantu penataan limbah rumah tangga, agar air minum warga tidak terkontaminasi akibat kebocoran pembuangan jamban,” ujar Endhah.

Menurutnya, PKK memiliki peran strategis karena berada langsung di tingkat keluarga. Para kader PKK dinilai paling memahami kondisi lingkungan, termasuk rumah tangga yang belum memiliki jamban layak dan perlu diprioritaskan dalam program bantuan.

“Yang mengetahui secara detail kondisi rumah warga itu para ibu-ibu di lingkungan. Mereka bisa menyampaikan kepada kepala desa mana yang benar-benar membutuhkan bantuan lebih dulu, terutama yang belum memiliki jamban,” jelasnya.

Endhah menambahkan, dorongan partisipasi masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi kunci sukses program sanitasi aman. Ia berharap program tersebut ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kudus secara bertahap.

“Harapan saya bisa menjangkau 9 kecamatan dan 132 desa. Namun tentu dilakukan bertahap, karena program ini tidak hanya soal sanitasi, tetapi juga penataan lingkungan, penghijauan, perbaikan rumah, hingga penanganan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program sanitasi di Desa Kesambi tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti masjid, sekolah, pondok pesantren, hingga TPA.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, BLDF Tambah 20 Ribu Pohon Mangga dan Sawo di Perbukitan Patiayam

“Tujuannya agar secara lingkungan, dari sisi higienis, benar-benar tercipta. Selain itu, kami juga ingin menjadikan Desa Kesambi sebagai desa yang sehat, asri, dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Achmad mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 349 unit sanitasi aman telah selesai dibangun. Selain itu, Djarum Foundation juga merencanakan penataan lingkungan dengan membersihkan sungai, menanami lahan tidak produktif, serta mendukung fasilitas pendidikan dan ruang bermain anak.

Tak hanya itu, program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) juga masih terus berjalan. Tahun ini, Desa Kesambi kembali mendapatkan bantuan sembilan unit RTLH, setelah tahun sebelumnya menerima jumlah yang sama.

“Kami menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh rumah yang belum memiliki sanitasi aman harus sudah tertangani. Ini membutuhkan kerja keras bersama antara KSM dan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Djarum Foundation kepada Desa Kesambi.

“Alhamdulillah, Desa Kesambi selama dua tahun terakhir mendapat bantuan sanitasi aman dan sambungan air PDAM. Tahun 2024 ada 89 unit sanitasi dan dua sambungan PDAM, lalu tahun 2025 mendapat 349 sanitasi aman dan 40 sambungan PDAM, serta bantuan RSLH sebanyak sembilan unit,” ungkapnya.

Masri menuturkan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat Desa Kesambi merupakan wilayah rawan banjir yang berdampak pada kualitas air sumur warga.

“Dengan bantuan ini, kami bersinergi dengan KSM dan masyarakat agar program dari Djarum Foundation benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga Desa Kesambi,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru