Jurnalpantura.id, Kudus – PT Djarum mendapatkan penganugerahan Rekor Muri Indonesia, dengan mencatatkan pemasangan alat kontrasepsi KB (keluarga berencana) secara serentak kepada karyawan terbanyak dari satu perusahaan.
Anugerah tersebut diserahkan oleh Ketua Muri Semarang, Ari Andriani, kepada PT Djarum yang diwakilkan oleh General Manager (GM) Production Wibowo Saputro, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, Selasa 16/07/2024.
GM Production PT Dajrum Kudus, Wibowo Saputro menyampaikan bahwa total ada 60 ribu karyawan di PT Djarum, yang mana 90 persen di antaranya merupakan pekerja wanita. Sementara di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, ada sekira 4.500 karyawan.
“Hari dilakukan pemasangan alat kontrasepsi KB serentak di lima titik sebanyak 1.325 aseptor, yakni untuk karyawan di Brak Jetak, Brak Megawon, Brak Pengkol, Brak Karangbener, Brak dan Tanjungkarang,” ujarnya.
Pihaknya menyebut bahwa antusias karyawan dalam pemasangan alat kontrasepsi KB sangat tinggi. Oleh karena itu, diharapkan akan ada keberlanjutan atau jawdal rutin untuk program serupa di perusahaan PT Djarum. Terlebih, pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang.
Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu yang turut hadir dalam acara, memberikan respon yang baik terhadap permintaan PT Djarum terkait keberlanjutan pemasangan alat kontrasepsi bagi karyawannya. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kerja.

“Kami harapkan, apa yang sudah dilakukan di PT Djarum ini bisa meluas di perusahaan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Muri Semarang, Ari Andriani menerangkan bahwa PT Djarum telah mencatat sebanyak 29 rekor. Terakhir yakni senam aerobik karyawan Djarum dengan mengenakan seragam batik bermotif tembakau oleh sebanyak 11 ribu peserta lebih.
“Hari ini, Muri kembali memberi apresiasi kepada PT Djarum karena mengimplementasikan K3 dengan memprakarsai pemasangan alat kontrasepsi KB di tempat kerja. Awalnya mengusulkan 1.000 aseptor, namun pada pelaksanaannya ada 1.327 aseptor,” terangnya.
Apresiasi juga diberikan oleh Pj Bupati Kudus, M Hasan Chabibie. PT Djarum telah memfasilitasi pemasangan alat kontrsepsi KB bagi karyawan di tempat kerja, dan ini menjadi program baik dalam mendukung peningkatan kesejahteraan karyawan, khususnya berkaitan dengan reproduksi.
“Tentunya ini sangat baik, karena akan bermuara pada pengentasan stunting dan AKI (angka kematian ibu),” sebutnya.
Dalam acara tersebut, turut hadir pula Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Agung Karyanto, Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus Nuryanto, RTMM SPSI Kudus, dan tamu undangan lainnya. (J05/A01)










