PT Djarum Catat Rekor Muri, Pemasangan 1.327 Alat Kontrasepsi KB Serentak kepada Karyawan di Kudus

- Jurnalis

Selasa, 16 Juli 2024 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan Rekor Muri oleh oleh Ketua Muri Semarang, Ari Andriani, kepada PT Djarum yang diwakilkan oleh General Manager (GM) Production Wibowo Saputro, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, Selasa 16/07/2024. (Foto:J05)

Penyerahan Rekor Muri oleh oleh Ketua Muri Semarang, Ari Andriani, kepada PT Djarum yang diwakilkan oleh General Manager (GM) Production Wibowo Saputro, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, Selasa 16/07/2024. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – PT Djarum mendapatkan penganugerahan Rekor Muri Indonesia, dengan mencatatkan pemasangan alat kontrasepsi KB (keluarga berencana) secara serentak kepada karyawan terbanyak dari satu perusahaan.

Anugerah tersebut diserahkan oleh Ketua Muri Semarang, Ari Andriani, kepada PT Djarum yang diwakilkan oleh General Manager (GM) Production Wibowo Saputro, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, Selasa 16/07/2024.

GM Production PT Dajrum Kudus, Wibowo Saputro menyampaikan bahwa total ada 60 ribu karyawan di PT Djarum, yang mana 90 persen di antaranya merupakan pekerja wanita. Sementara di Brak Djarum SKT Karangbener, Kudus, ada sekira 4.500 karyawan.

“Hari dilakukan pemasangan alat kontrasepsi KB serentak di lima titik sebanyak 1.325 aseptor, yakni untuk karyawan di Brak Jetak, Brak Megawon, Brak Pengkol, Brak Karangbener, Brak dan Tanjungkarang,” ujarnya.

Pihaknya menyebut bahwa antusias karyawan dalam pemasangan alat kontrasepsi KB sangat tinggi. Oleh karena itu, diharapkan akan ada keberlanjutan atau jawdal rutin untuk program serupa di perusahaan PT Djarum. Terlebih, pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang.

Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu yang turut hadir dalam acara, memberikan respon yang baik terhadap permintaan PT Djarum terkait keberlanjutan pemasangan alat kontrasepsi bagi karyawannya. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kerja.

Baca Juga :  Edukasi Larangan Mudik, Kasat Lantas Polres Blora Sambangi Agen Tiket Bus
Pemasangan alat kontrasepsi KB implan karyawan PT Dajrum di Brak SKT Karangbener, Kudus. (Foto:J02)

“Kami harapkan, apa yang sudah dilakukan di PT Djarum ini bisa meluas di perusahaan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Muri Semarang, Ari Andriani menerangkan bahwa PT Djarum telah mencatat sebanyak 29 rekor. Terakhir yakni senam aerobik karyawan Djarum dengan mengenakan seragam batik bermotif tembakau oleh sebanyak 11 ribu peserta lebih.

“Hari ini, Muri kembali memberi apresiasi kepada PT Djarum karena mengimplementasikan K3 dengan memprakarsai pemasangan alat kontrasepsi KB di tempat kerja. Awalnya mengusulkan 1.000 aseptor, namun pada pelaksanaannya ada 1.327 aseptor,” terangnya.

Apresiasi juga diberikan oleh Pj Bupati Kudus, M Hasan Chabibie. PT Djarum telah memfasilitasi pemasangan alat kontrsepsi KB bagi karyawan di tempat kerja, dan ini menjadi program baik dalam mendukung peningkatan kesejahteraan karyawan, khususnya berkaitan dengan reproduksi.

“Tentunya ini sangat baik, karena akan bermuara pada pengentasan stunting dan AKI (angka kematian ibu),” sebutnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Agung Karyanto, Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus Nuryanto, RTMM SPSI Kudus, dan tamu undangan lainnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 433 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru