Populasi Elang Jawa di Gunung Muria Bertambah, Peka Temukan Titik Habitat Baru

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di kawasan Gunung Muria masih menunjukkan tanda-tanda keberlangsungan hidup. (Foto: dok. Peka Muria)

Keberadaan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di kawasan Gunung Muria masih menunjukkan tanda-tanda keberlangsungan hidup. (Foto: dok. Peka Muria)

Jurnalpantura.id, Kudus – Keberadaan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di kawasan Gunung Muria masih menunjukkan tanda-tanda keberlangsungan hidup.

Hasil pemantauan terbaru Penggiat Konservasi Alam Muria (Peka) mencatat populasi burung pemangsa endemik Pulau Jawa tersebut diperkirakan mencapai 20 ekor.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pendataan sebelumnya yang hanya menemukan sekitar 14 individu.

Meski demikian, Elang Jawa tetap menjadi satwa yang membutuhkan perhatian karena populasinya tergolong langka dan masuk dalam daftar satwa dilindungi.

Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, mengatakan penambahan jumlah tersebut diketahui setelah tim menemukan beberapa titik baru keberadaan Elang Jawa di kawasan pegunungan Muria.

Saat ini, pemantauan masih terus dilakukan untuk mengetahui pola aktivitas dan perkembangan populasinya.

“Awalnya kami mencatat ada sekitar 14 ekor, sekarang ada 20-an ekor. Ada beberapa titik baru yang berhasil kami pantau keberadaannya,” ujar Teguh, Selasa, 14/7/2026.

Menurut Teguh, pengamatan terhadap Elang Jawa tidak hanya dilakukan untuk menghitung jumlah populasi, tetapi juga mempelajari perilaku, lokasi sarang, serta waktu kemunculan burung tersebut.

Tim biasanya melakukan pemantauan pada periode tertentu, terutama saat musim berkembang biak yang berlangsung antara Mei hingga Oktober.

Ia menyebut, Elang Jawa di Gunung Muria memiliki karakteristik berbeda dibandingkan wilayah lain.

Burung yang menjadi simbol lambang Garuda tersebut terkadang terlihat mendekati kawasan permukiman warga meskipun tempat bersarangnya tetap berada di area hutan.

Baca Juga :  Deal, TPA Tanjungrejo Bakal Dibuka Besuk

“Beberapa kali terlihat di tepi permukiman, padahal sarangnya berada di dalam hutan,” jelasnya.

Selain Elang Jawa, kawasan Gunung Muria juga menjadi habitat bagi sejumlah jenis burung pemangsa lainnya.

Peka Muria mencatat terdapat delapan jenis predator udara, seperti Elang Hitam, Elang Bido, Elang Brontok, Elang Sikep, Alap-alap Jambul, Alap-alap Sapi, hingga Elang Laut.

“Elang laut seharusnya tinggal di daerah pesisir, tetapi kami pernah menjumpai. Barangkali karena mangsanya ada sehingga habitatnya di Muria,” ungkap Teguh.

Upaya pendataan satwa di Gunung Muria dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Djarum Foundation dan Burung Indonesia.

Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 118 jenis burung masih menghuni kawasan Muria, menunjukkan tingginya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

Teguh menjelaskan, kegiatan pemantauan dilakukan secara bertahap. Pada 2024 fokus pengamatan dilakukan terhadap seluruh jenis burung, kemudian tahun 2025 diarahkan pada pemantauan burung elang.

Sedangkan 2026 difokuskan untuk mengamati sarang dan aktivitas perkembangbiakan Elang Jawa.

Selain menjadi habitat Elang Jawa, Gunung Muria juga masih menyimpan berbagai satwa liar lainnya, termasuk macan tutul jawa.

Berdasarkan pemantauan, terdapat sekitar 14 ekor macan tutul di kawasan tersebut yang terdiri atas sembilan betina dan lima jantan.

Keberadaan satwa langka ini menjadi bukti pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan Muria sebagai ekosistem bagi berbagai spesies. (J05/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru