JurnalPantura.id, Kudus — Kabupaten Kudus menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen biliar bertajuk Road to Bupati Cup 9 Ball Tournament, yang digelar pada 9–13 Juli 2025 di Full House Billiard, Kudus.
Ajang ini merupakan langkah awal menuju kejuaraan nasional Bupati Cup yang rencananya akan digelar pada Oktober mendatang.
Turnamen berskala lokal dengan cakupan peserta dari wilayah eks-Karesidenan Pati, termasuk kota sekitar seperti Semarang hingga Ambarawa.
Namun skala dan sistemnya dirancang mendekati standar nasional, sebagai ajang pembibitan calon atlet biliar andal dari daerah.
“Ini adalah salah satu turnamen pembuka. Nantinya, pada Oktober, Kudus akan menjadi tuan rumah Bupati Cup yang berskala nasional dengan total hadiah sekitar Rp275 juta,” ujar panitia pelaksana Sonny Hendra Setiawan pada Rabu (9/7/2025).
Ajang Road to ini dibagi menjadi tiga fase: babak penyisihan, wildcard, dan babak utama. Sebanyak 128 peserta ikut di babak penyisihan, 64 pemain di wildcard, dan 64 lainnya akan bertarung di babak utama yang dijadwalkan dimulai Sabtu (12/7/2025).
Menurut Sonny, babak penyisihan hanya dibuka untuk peserta lokal Kudus dan sekitarnya. Sedangkan wildcard dan babak utama terbuka untuk umum.
“Yang kita cari dari turnamen ini pembibitan atlet untuk jam terbang mereka. Dan untuk peserta yang masuk peringkat delapan besar, biasanya akan jadi wakil untuk ikut turnamen nasional nanti,” jelasnya.
Turnamen 9 Ball ini menggunakan sistem handicap maksimal 4A dan menerapkan sejumlah regulasi seperti tidak diperbolehkan melakukan golden break atau break ace, dan harus mengenakan celana panjang serta sepatu.
Total hadiah yang disediakan mencapai Rp26 juta, dengan perincian Rp12 juta untuk juara pertama, Rp5 juta untuk runner-up, Rp2 juta untuk semifinalis, hingga Rp250 ribu untuk peringkat 16 besar.
Selain mencari juara, Sonny menegaskan bahwa ajang ini menjadi momen penting bagi pembinaan atlet biliar daerah.
“Turnamen seperti ini penting sekali untuk pembibitan dari skala lokal. Banyak atlet muda daerah, terutama dari Kudus, yang punya potensi ke level nasional,” ujarnya.

Salah satu peserta, Kanthi Nilam P, mengaku senang bisa kembali mengikuti turnamen. Ia terakhir kali berlaga dalam ajang besar pada tahun 2023.
“Sudah lama tidak ikut turnamen lagi. Senang banget bisa merasakan atmosfer kompetisi lagi,” katanya.
Kanthi, yang mulai bermain biliar sejak 2011, mengungkapkan bahwa citra olahraga biliar di kalangan perempuan kini semakin positif.
“Dulu biliar dipandang tabu untuk perempuan. Tapi sekarang anak-anak muda, termasuk cewek, makin banyak yang ikut main. Harapannya, biliar makin maju dan makin banyak yang mendukung,” ujarnya.
Turnamen ini juga mendapat dukungan dari POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) Kudus, yang berharap kegiatan semacam ini dapat mendorong peningkatan prestasi atlet lokal dan mengangkat nama Kudus dalam kancah biliar nasional. (J07/A01)










