Penyembelihan Sapi Arjuna Diawasi Dokter Hewan, Cegah Kontaminasi Silang

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daging Sapi Arjuna sebelum dibagikan ke warga (Foto:JP)

Daging Sapi Arjuna sebelum dibagikan ke warga (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Proses penyembelihan sapi bantuan masyarakat (banmas) “Arjuna” di Dukuh Jati Kebo, Desa Kepoh Kencono, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Kamis 28/05/2026, mendapat pengawasan ketat.

Petugas kesehatan hewan memastikan keamanan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

Dokter hewan dari Puskeswan Jakenan, drh. Dedi Saputro, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai sebelum hingga setelah proses penyembelihan hewan kurban.

“Pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dan setelah penyembelihan,” ujar Dedi saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada kondisi hewan, tetapi juga pada proses pengolahan daging agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Dedi menjelaskan, selama proses pengolahan diterapkan pemisahan area antara bagian bersih dan bagian kotor untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Baca Juga :  Warga Demak Kini Bisa Gunakan BPJS di Charlie Hospital

“Saat pengolahan juga dibagi, ada bagian bersih dan ada bagian kotor sehingga tidak terjadi kontaminasi silang,” jelasnya.

Selain itu, proses pembungkusan daging juga dilakukan secara terpisah antara daging utama dan bagian lainnya agar distribusi daging kepada masyarakat tetap higienis.

“Saat pembungkusan juga dibeda-bedakan antara daging dan bagian-bagian lain sehingga sudah memenuhi standar,” tambahnya.

Pengawasan kesehatan hewan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan layak untuk dikonsumsi. (J07/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru