Penyaluran KUR Bank Jateng Capai Rp 77,4 Miliar di Kudus, Jadi Primadona Warung Kelontong

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Kantor Bank Jateng Cabang Kudus. (Foto:J05)

Suasana di Kantor Bank Jateng Cabang Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Jateng Cabang Kudus menunjukkan tren positif sepanjang bulan Juli 2025.

Total dana yang telah disalurkan mencapai Rp 77,449 miliar, melampaui target awal sebesar Rp 70 miliar untuk wilayah Kabupaten Kudus.

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk pembiayaan usaha mikro yang disediakan Bank Jateng.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto, menjelaskan bahwa penyaluran KUR tersebar melalui tiga unit kerja yang berada di Kota Kudus, Kecamatan Jati, dan Prambatan (Kecamatan Kaliwungu).

Menurutnya, antusiasme pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas ini cukup tinggi.

“Nominal penyaluran KUR saat ini mencapai Rp 77,449 miliar, sudah melampaui target Juli,” ujar Risdiyanto pada Jumat, 25/7/2025.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas pemohon KUR berasal dari kalangan pelaku usaha mikro dan kecil. Plafon pinjaman yang paling diminati berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta.

“Yang paling banyak mengajukan itu UMKM seperti warung, pedagang kelontong, konveksi, dan usaha kecil lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tolak Pindah ke Pasar Saerah, Pedagang Sayur Pasar Bitingan Ajukan Lahan di Getaspejaten

Adapun batas maksimal pinjaman KUR yang bisa diajukan adalah sebesar Rp 500 juta.

Mengenai skema bunga, Risdiyanto menuturkan bahwa KUR Bank Jateng menerapkan sistem subsidi dari pemerintah. Nasabah yang pertama kali mengajukan KUR akan dikenakan bunga sebesar 6 persen per tahun.

Jika nasabah melakukan top-up atau pengajuan kedua, bunga naik menjadi 7 persen, dan pada pengajuan ketiga menjadi 8 persen.
“Subsidi pemerintah akan makin kecil seiring bertambahnya pengajuan,” jelasnya.

Meski persyaratan KUR tergolong mudah, pihak bank tetap selektif dalam menilai kelayakan calon debitur.

Risdiyanto menekankan pentingnya riwayat kredit bersih dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Bahkan keterlambatan kecil dalam cicilan platform digital seperti Shopee PayLater.

“Biasanya karena cicilan kecil yang lupa dibayar, misalnya hanya ratusan ribu rupiah, itu bisa masuk dalam BI Checking. Kalau kita paksakan cair, perbankan bisa kena teguran dari OJK,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta nasabah lebih bijak dalam mengelola pinjaman dan tanggung jawab finansial. (J05/A01)

Berita Terkait

BRI BO Jepara Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Anak Yatim di Yayasan Darussalam
BRI Cabang Jepara Serahkan Bantuan CSR Alat Peraga Edukatif di TK Al Atqo
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM, BRI Regional Office Semarang Salurkan KUR Rp 14,02 Triliun Hingga Oktober 2025
Gagal Dapat KUR Gara-Gara Paylater, Bank Jateng Minta Masyarakat Jangan Anggap Sepele
OJK Catat Penyaluran Kredit UMKM di Jateng 2023 Capai Rp367,68 Triliun
Bank BTN Berkontribusi Dalam Pembiayaan Rumah Rakyat
Peran Bank BTN dalam Pemenuhan Pembiayaan Rumah Rakyat
Sering Transaksi Lewat Mobile Banking, Risang Dapat Hadiah Motor dari BNI Tanpa Undi
Berita ini 75 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:11 WIB

BRI BO Jepara Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Anak Yatim di Yayasan Darussalam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:42 WIB

BRI Cabang Jepara Serahkan Bantuan CSR Alat Peraga Edukatif di TK Al Atqo

Rabu, 26 November 2025 - 20:00 WIB

Dorong Kapasitas Pelaku UMKM, BRI Regional Office Semarang Salurkan KUR Rp 14,02 Triliun Hingga Oktober 2025

Jumat, 25 Juli 2025 - 11:44 WIB

Penyaluran KUR Bank Jateng Capai Rp 77,4 Miliar di Kudus, Jadi Primadona Warung Kelontong

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:54 WIB

Gagal Dapat KUR Gara-Gara Paylater, Bank Jateng Minta Masyarakat Jangan Anggap Sepele

Berita Terbaru