Jurnalpantura.id, Kudus – Rencana pembangunan rumah sakit tipe C di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus dipastikan mengalami penundaan.
Sebagai alternatif, pemerintah daerah akan mengalihkan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut menjadi klinik utama guna tetap memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Kudus utara.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut sebenarnya sudah lama dibahas.
Hal ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas kesehatan milik pemerintah di wilayah tersebut, sehingga masyarakat membutuhkan akses layanan yang lebih dekat dan memadai.
“Nanti akan kita bangun klinik utama dulu, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) sudah,” kata Sam’ani, belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa perubahan rencana ini bukan pembatalan, melainkan penyesuaian terhadap kondisi anggaran yang ada saat ini.
“Semoga pembangunan klinik utama tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2027,” tuturnya.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat di Kecamatan Gebog dan Dawe bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar hingga rujukan awal tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.
Selain itu, keberadaan klinik utama ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah daerah menilai bahwa pendekatan bertahap melalui pembangunan klinik dapat menjadi solusi realistis di tengah keterbatasan anggaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa rencana pembangunan klinik utama di Desa Karangmalang saat ini masih dalam tahap kajian.
“Masih kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dan Dinas Kesehatan,” singkatnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan fasilitas kesehatan di Desa Karangmalang telah dibahas sejak 2025. Namun, adanya pemangkasan dana Transfer Kas Daerah (TKD) membuat proyek tersebut belum dapat direalisasikan pada 2026.
Anggaran sekitar Rp40 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang semula dialokasikan untuk tahap awal pembangunan rumah sakit akhirnya dicoret, dan dialihkan untuk program prioritas seperti Universal Health Coverage (UHC) serta rehabilitasi fasilitas dan alat kesehatan yang lebih mendesak. (J05/A01)










