Jurnalpantura.id, Kudus – Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie, menekankan tiga poin kunci yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan uji coba Program Makan Bergizi Gratis.
Hal itu disampaikan dalam acara Ceremony Mitigasi dan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di MTs Negeri 1 Kudus, Rabu, 2/09/2024.
Dalam paparannya, Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa poin pertama adalah memastikan jumlah siswa yang menjadi sasaran program. Ini mencakup jenjang SD atau MI, serta SMP atau MTs.
Data yang akurat akan menjadi dasar untuk perencanaan dan pelaksanaan program.
Poin kedua yang disoroti adalah perlunya koordinasi intensif dengan berbagai stakeholder. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak corporate social responsibility (CSR) serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) katering sangat krusial dalam pengadaan menu makanan.
“Karena program ini skalanya luar biasa, menyasar ribuan siswa, jadi kolaborasi itu sangat penting untuk kesuksesan kegiatan,” ujarnya.
Hasan juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala. Proses ini bertujuan untuk memastikan program berjalan maksimal dan mengakomodasi setiap keluhan dari siswa.
“Evaluasi bisa berupa menu makanan, teknis pelaksanaan, maupun aspek lainnya. Monitoring harus dilakukan terus menerus agar persiapan ke depan bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Sekretaris Tim V Uji Coba Makan Bergizi Gratis Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Nevy Dwi, juga memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan uji coba ini.
Ia menyebutkan ada banyak hal menarik yang akan dicatat untuk laporan ke pusat, termasuk keterlibatan kantin dan pelaku UMKM dalam program ini.
Dalam kesempatan yang sama, Nevy juga menyoroti rencana pengolahan limbah organik yang akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Kudus.
“Ini merupakan langkah yang bagus untuk menjaga keberlanjutan dan lingkungan,” ungkapnya.
Antusiasme para siswa juga mendapat pujian. Banyak dari mereka yang merasa senang dengan adanya program ini. Nevy menjelaskan, siswa merasa beruntung karena uang saku mereka dapat ditabung berkat program makan bergizi ini.
“Dengan program ini, uang saku Rp 20 ribu yang biasanya digunakan untuk makan siang bisa dihemat,” tuturnya.
Pihaknya berharap kolaborasi yang terjalin bisa memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2025 mendatang, supaya berjalan dengan lancar dan optimal. ***










