Jurnalpantura.id, Kudus – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) menyalurkan lebih dari 12.500 beasiswa pendidikan bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1) pada tahun 2025 ini.
Dari jumlah tersebut, 6.700 lebih beasiswa diberikan khusus kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan mutu serta kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kemendikdasmen RI, Suparto, menyampaikan bahwa masih banyak guru di Indonesia yang belum menempuh pendidikan sarjana.
“Ada 637.400 lebih guru yang tercatat, dan 47 persen di antaranya belum memiliki ijazah S1. Untuk itu, program beasiswa pendidikan ini kami berikan secara bertahap,” ujarnya saat membuka kegiatan Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Pembelajaran Komputasional di Kudus, Senin, 27/10/2025.
Menurut Suparto, beasiswa pendidikan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru, tetapi juga sebagai upaya pemerintah dalam **meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.
Para penerima beasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih singkat melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Guru yang mengikuti program RPL tidak harus menempuh kuliah selama empat tahun. Dalam waktu satu tahun, mereka sudah bisa memperoleh ijazah S1,” jelasnya.
Selain mendapatkan gelar sarjana, peserta program beasiswa ini juga akan memperoleh kemudahan melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Suparto menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis agar para guru dapat memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) setelah lulus PPG.
“Program beasiswa S1 ini menjadi prasyarat untuk mengikuti PPG. Dari PPG inilah guru dapat memperoleh haknya berupa TPG. Ini salah satu bentuk nyata pemerintah dalam mensejahterakan guru PAUD,” paparnya.
Lebih lanjut, Kemendikdasmen RI juga memberikan perhatian kepada guru-guru di lembaga non formal dengan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para tenaga pendidik yang turut berperan dalam mencerdaskan anak bangsa di berbagai daerah.
Suparto berharap, berbagai program yang dijalankan pemerintah dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru dapat memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan nasional.
“Kami berharap upaya ini akan berdampak nyata pada peningkatan kinerja guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen tengah mengintensifkan berbagai pelatihan, seperti pembelajaran mendalam, numerasi, komputasional, dan coding, agar kualitas pembelajaran semakin optimal.
Pada kesempatan yang sama, Suparto juga memberikan apresiasi kepada Bakti Pendidikan Djarum Foundatio dan PT Amman Mineral Indonesia sebagai penyelenggara pelatihan calon pelatih dalam implementasi pembelajaran komputasional.
Kegiatan yang diikuti ratusan guru ini berlangsung di Kabupaten Kudus pada 27–31 Oktober 2025, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (J05/A01)










