Pemerintah Dorong Kesejahteraan Guru Lewat 6.700 Lebih Beasiswa Pendidikan S1 Guru PAUD

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kemendikdasmen RI, Suparto, (Foto: Istimewa)

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kemendikdasmen RI, Suparto, (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) menyalurkan lebih dari 12.500 beasiswa pendidikan bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1) pada tahun 2025 ini.

Dari jumlah tersebut, 6.700 lebih beasiswa diberikan khusus kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan mutu serta kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kemendikdasmen RI, Suparto, menyampaikan bahwa masih banyak guru di Indonesia yang belum menempuh pendidikan sarjana.

“Ada 637.400 lebih guru yang tercatat, dan 47 persen di antaranya belum memiliki ijazah S1. Untuk itu, program beasiswa pendidikan ini kami berikan secara bertahap,” ujarnya saat membuka kegiatan Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Pembelajaran Komputasional di Kudus, Senin, 27/10/2025.

Menurut Suparto, beasiswa pendidikan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru, tetapi juga sebagai upaya pemerintah dalam **meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.

Para penerima beasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih singkat melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Guru yang mengikuti program RPL tidak harus menempuh kuliah selama empat tahun. Dalam waktu satu tahun, mereka sudah bisa memperoleh ijazah S1,” jelasnya.

Selain mendapatkan gelar sarjana, peserta program beasiswa ini juga akan memperoleh kemudahan melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Baca Juga :  Kepala SMP 1 Kudus Sebut Larangan Bersepeda Motor bagi Pelajar Sangat Dilematis

Suparto menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis agar para guru dapat memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) setelah lulus PPG.

“Program beasiswa S1 ini menjadi prasyarat untuk mengikuti PPG. Dari PPG inilah guru dapat memperoleh haknya berupa TPG. Ini salah satu bentuk nyata pemerintah dalam mensejahterakan guru PAUD,” paparnya.

Lebih lanjut, Kemendikdasmen RI juga memberikan perhatian kepada guru-guru di lembaga non formal dengan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para tenaga pendidik yang turut berperan dalam mencerdaskan anak bangsa di berbagai daerah.

Suparto berharap, berbagai program yang dijalankan pemerintah dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru dapat memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan nasional.

“Kami berharap upaya ini akan berdampak nyata pada peningkatan kinerja guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen tengah mengintensifkan berbagai pelatihan, seperti pembelajaran mendalam, numerasi, komputasional, dan coding, agar kualitas pembelajaran semakin optimal.

Pada kesempatan yang sama, Suparto juga memberikan apresiasi kepada Bakti Pendidikan Djarum Foundatio dan PT Amman Mineral Indonesia sebagai penyelenggara pelatihan calon pelatih dalam implementasi pembelajaran komputasional.

Kegiatan yang diikuti ratusan guru ini berlangsung di Kabupaten Kudus pada 27–31 Oktober 2025, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru