Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris terjun langsung menerjang banjir untuk mengevakuasi warga yang sakit dan terjebak di dalam rumah akibat banjir yang melanda Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jat, Rabu, 14/1/2026.
Dengan genangan air yang cukup tinggi, proses evakuasi dilakukan secara cepat demi keselamatan warga.
Dua warga yang dievakuasi langsung oleh Bupati Kudus adalah Zaekan (41), penyandang disabilitas dengan kondisi saraf putus tulang belakang.
Rumah Zaekan yang berada di RT 2 RW 3 Desa Jetiskapuan terendam banjir setinggi sekitar 80 sentimeter, sehingga menyulitkan dirinya untuk menyelamatkan diri secara mandiri.
Selain itu, warga lain yang dievakuasi yakni Waljinah (53), yang tinggal di RT 1 RW 5 Desa Jetiskapuan. Rumahnya dikepung banjir setinggi paha orang dewasa.
Waljinah diketahui menderita stroke dan tidak dapat beraktivitas fisik secara normal, sehingga membutuhkan penanganan segera.
Kedua warga tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Jati untuk mendapatkan perawatan intensif.
Langkah ini dilakukan agar kondisi kesehatan mereka tetap terpantau sekaligus menghindarkan dari risiko banjir yang dikhawatirkan ketinggiannya terus meningkat.
“Kami melakukan evakuasi warga yang terisolasi bersama TNI, Polri, relawan Lereng Muria, BPBD, tim puskesmas, dan rumah sakit. Dikhawatirkan air naik, nanti kondisinya tidak bisa apa-apa karena lumpuh,” ujar Sam’ani di sela-sela evakuasi.
Bupati Kudus menyebutkan bahwa genangan air di Desa Jetiskapuan tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan warga yang bertahan sendirian di rumah. Ia pun mengimbau warga untuk segera mengungsi apabila air terus meluas.
Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiagakan posko pengungsian di setiap kecamatan lengkap dengan logistik serta tim kesehatan dari puskesmas.
Sam’ani memastikan keamanan rumah warga yang ditinggalkan akan dijaga oleh TNI, Polri, dan Pemkab Kudus. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar hujan segera reda dan kondisi Kabupaten Kudus kembali normal.
“Semoga hujan mereda, doanya semua agar Kabupaten Kudus segera pulih dan masyarakat tetap sabar, kuat, serta hati-hati karena kondisinya masih ekstrem,” tandasnya. (J05/A01)










