Museum Situs Purbakala Patiayam Resmi Naik Kelas Jadi Tipe B, Siap Lengkapi Sistem Digitalisasi

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Museum Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Museum Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Museum Situs Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus, resmi naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B per 30 Desember 2025. Status baru ini diperoleh setelah melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kenaikan tipe tersebut menjadi tonggak penting dalam pengelolaan dan pengembangan museum yang menyimpan ribuan koleksi purbakala tersebut.

Sejumlah indikator menjadi penentu peningkatan status museum ini. Dari sisi kelengkapan sarana dan prasarana dasar, museum telah memiliki sistem pengamanan yang memadai, alat pemadam api ringan (APAR), petugas keamanan, hingga pemandu museum bersertifikat.

Standar tersebut dinilai telah memenuhi kriteria pengelolaan museum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Arief Tanjung, mengungkapkan bahwa dengan status baru ini, Museum Patiayam berpeluang mendapatkan dukungan lebih luas dari pemerintah pusat, termasuk dalam hal penganggaran.

Menurutnya, peningkatan tipe ini bukan sekadar administratif, tetapi juga membuka akses pembinaan dan fasilitasi yang lebih optimal.

“Cita-cita kami, Museum Patiayam bisa jadi warisan dunia. Tentu saja museum harus ekspansi dan aktif terus. Tidak hanya bergantung pada APBD, tapi juga mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mendukung itu,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga :  Bijak Bermedia Sosial Dalam Fenomena Sosial Budaya

Ia menegaskan, pengembangan museum harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas.

Tantangan ke depan, lanjut Arief, adalah menata museum agar lebih modern melalui rancangan digitalisasi. Dengan sistem digital, seluruh informasi mengenai museum maupun koleksinya dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat.

“Upaya ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperluas jangkauan edukasi,” tambahnya.

Selain digitalisasi, pihaknya juga tengah menyiapkan desain ruang tata pamer yang lebih menarik dan edukatif. Saat ini tercatat ada 11.684 koleksi yang tersimpan di Museum Purbakala Patiayam, namun hanya puluhan yang dipajang untuk publik.

Penataan ulang ruang pamer diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda sehingga pengunjung terdorong untuk datang kembali.

Untuk meningkatkan angka kunjungan, Disbudpar Kabupaten Kudus juga berencana menggandeng Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga agar permuseuman menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah.

Nantinya, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melakukan kunjungan atau outing class ke Museum Situs Purbakala Patiayam maupun museum lain di Kudus, seperti Museum Kretek, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berkesan. (J05/A01)

Berita Terkait

Pemkab Kudus Luncurkan Badan Pengelola untuk Jadikan Kawasan Menara Ikon Heritage
Pemkab Kudus Raih Emas dalam Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024
Diseminasi Kebudayaan KBPW, Jessy Segitiga : Banyak Generasi Muda Yang Salah Arah
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:55 WIB

Museum Situs Purbakala Patiayam Resmi Naik Kelas Jadi Tipe B, Siap Lengkapi Sistem Digitalisasi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 16:57 WIB

Pemkab Kudus Luncurkan Badan Pengelola untuk Jadikan Kawasan Menara Ikon Heritage

Kamis, 19 Desember 2024 - 12:47 WIB

Pemkab Kudus Raih Emas dalam Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024

Kamis, 21 November 2024 - 11:47 WIB

Diseminasi Kebudayaan KBPW, Jessy Segitiga : Banyak Generasi Muda Yang Salah Arah

Berita Terbaru