Jurnalpantura.id, Kudus – Kabar gembira bagi warga Kudus di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mudik pada lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Pemerintah Kabupaten Kudus menyediakan 14 armada bus untuk mengangkut ratusan peserta mudik dan balik gratis dengan titik pemberangkatan akan dipusatkan di halaman Gedung Museum Purna Bhakti Pertiwi TMMI Jakarta.
Jika tahun lalu hanya ada dua bus dari Pemkab Kudus dan dua bus bantuan dari PT (Persero) Jasa Raharja, kali ini Pemkab bersama stakeholders berkolaborasi untuk menambah jumlah armada untuk penyelenggaraan mudik dan balik gratis.
Pada lebaran kali ini Pemkab Kudus mengerahkan 12 armada bus mudik gratis, dan 2 bus untuk keperluan balik warganya kembali ke wilayah Jabodetabek paska lebaran.
Tahun sebelumnya belum tersedia armada bus untuk arus balik gratis, kecuali inisiatif dari institusi lain seperti Polres Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membenarkan, jumlah armada bus pengangkut pemudik gratis tahun ini meningkat menjadi 14 armada, dua di antaranya untuk keperluan arus balik.
“Kami menggandeng sejumlah stakeholders, seperti perusahaan dan Baznas untuk ikut membantu menyediakan armada bus gratis untuk mengangkut para pemudik asal Kudus di momentum lebaran tahun ini,” ujar Sam’ani, Jum’at 27/02/026.
Dikatakan, mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Kudus kepada warganya, terutama bagi pekerja informal seperti tukang ojek, buruh, dan pekerja lain.
“Melalui mudik gratis, para peserta sangat terbantu biaya pulang kampung karena harga tiket cukup tinggi atau biasa melonjak menjelang hari raya,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Mundir menambahkan, program mudik dan balik gratis bagi para peserta asal Kudus merupakan prosesi rutin tahunan menjelang lebaran Idul Fitri.
“Meski gratis, kami tetap menyediakan layanan terbaik agar perjalanan nanti tetap nyaman, aman dan lancar sampai tujuan,” katanya, melalui Kasi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kudus, Muchlisin.
Ia menjekaskan 12 armada bus untuk arus mudik, yaitu dari Pemkab Kudus sebanyak tiga bus, serta Kerjasama bantuan PT Sukun Wartano Indonesia (SWI) lima bus, PT Nojorono dan Baznaz masing- masing dua bus.
Sedang untuk angkutan balik tersedia dua bus bantuan dari PT Djarum.
Pendaftaran peserta mudik bareng Pemkab Kudus dan stakeholders dibuka sejak Februari ini dan ditutup pada 5 Maret 2026.
Tingginya peminat menyebabkan dari kuota yang disediakan langsung diserbu peserta mudik gratis, pada 22 Februari lalu sudah penuh.,
Mudik gratis yang diselenggarakan Pemkab Kudus ini akan dilakukan dua tahap.
Pada Minggu 15 Maret 2026 diberangkatkan lima bus dengan total peserta sekitar 175 orang, berangkat pukul 10,00 WIB dari halaman Gedung Museum Purna Bakti Pertiwi TMMI.
Di tempat dan jama sama pada Senin 16 Maret 2026, sebanyak tujuh bus bertolak ke Kudus dengan total peserta mudik sebanyak 350 orang.
“Para peserta mudik gratis ini kami berikan bekal makanan di perjalanan untuk takjil, dan berbuka di rest area.”
“Rombongan didampingi petugas dan dikawal Patwal, dengan titik akhir penurunan peserta mudik di Pendopo Kabupaten Kudus,” terangnya Muchlisin.
Kegiatan mudik gratis ini diharapkan berjalan lancar, karena Pemkab Kudus selalu berkoordinasi dengan berbagai paguyuban perantau Kudus antara lain Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) untuk memastikan pendataan dan pelaksanaan program tersebut.
“Kami bekerja sama dengan koordinator FKMK yang sudah memiliki data anggota, sehingga pendistribusian armada bus kepada pemudik dapat dilakukan tepat sasaran,” tegasnya.
Salah satu peserta mudik Eri Dhia Fairuz Habibi (26) asal Rendeng Kudus mengaku senang bisa ikut mudik bersama Pemkab Kudus.
Menurut karyawan di Taman Ismail Marzuki ini, mudik gratis dapat menghemat tiket perjalanan.
“Untuk mudik tahun ini, harga tiket bus Jakarta Kudus berkisar antara Rp670 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung kelas bus.”
“Itu pun untuk mencari tiket bus saat ini cukup sulit, karena hampir semua sudah terjual habis. Sama halnya dengan Kereta Api, seluruh tiket sudah habis,” jelasnya. (J02/A01)










