MTs Qudsiyyah Putri Launching Buku di QP Book Fair 2024

pendidikan587 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – MTs Qudsiyyah Putri Kudus menggelar QP Book Fair 2024 bertema Aku Berkarya Maka Aku Ada. Acara bertajuk Gerakan Literasi Santri (GLS) ini diisi dengan launching buku, pojok baca  dan bazar buku pada Minggu, (09/06/2024) di Madrasah Qudsiyah Putri, Kudus.

Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina jurnalistik, Afsana Noor Maulida Zahro, menyebutkan, gerakan literasi dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen ini bertujuan agar peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Dengan pembiasan membaca peserta didik, nantinya dipadukan dengan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif. Hal itu kami rencanakan melalui kegiatan rutin di sekolah dan even literasi semacam ini,” katanya.

Diantaranya launching buku berjudul Catatan Kecil Perjalanan Sang Pembelajar. Buku ini merupakan karya anak-anak yang selama ini telah bergelut di bidang kepenulisan.

” Awalnya kami ikut program gerakan Literasi Nyalanesia, tak hanya sekadar materi, mereka juga diberikan waktu untuk praktik dan menghasilkan karya. Meski sederhana tapi ini awal dari mereka berkecimpung di dunia literasi,” ujarnya.

Afsana membeberkan, ruang baca terbuka yang disebut pojok baca juga disediakan dalam acara tersebut. Bertujuan agar para peserta didik memiliki kesempatan untuk membaca bersama di tempat yang nyaman.

“Sementara pada bazar buku, kami sediakan voucher diskon dari Penerbit Menara Kudus. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk menambah geliat anak-anak menyukai buku,” bebernya.

Anggisna Larasati salah satu santri MTs Qudsiyyah Putri selalu pembeli buku menceritakan kesenangannya dalam bazar ini.

” Aku suka sekali buku. Senang sekali ada bazar buku begini, setelah UAS berakhir kami  refreshing lihat maupun baca buku. Apalagi ada lomba bikin antologi puisi dan cerpen. Hadiahnya bikin pengen jadi pemenang,” Ungkapnya.

Selain launching dan bazar, ada juga kegiatan Berkarya bersama Bening Pustaka untuk membuat antologi buku puisi dan cerpen bertajuk “Lingkungan dan Alam”.

Pihaknya berharap adanya even literasi ini bisa berlanjut di kebiasaan sehari-hari peserta didik. Ia ingin membaca bukan hanya sekadar paksaan dan tugas dari guru, tetapi hobi atau kesukaan hati.

“Tetapi ini juga butuh dorongan semua pihak. Jika anak-anak ada penyemangat darii guru atau lingkungan sekitar pasti mereka dengan tersendirinya akan membiasakan gerakan literasi,” harapnya.

Adapun penerbit yang bekerja sama pada kegiatan ini diantaranya Bening Pustaka, Penerbit Parist, Penerbit Menara Kudus, dan Bukit Buku. (J05/A01)

Komentar