Maling Motor di Sucen Kudus Tertangkap, Polisi Lacak hingga ke Madura

Pencurian160 Dilihat

Jurnnalpantura.id, Kudus – Pelaku pencurian motor milik siswa PKL di Toko Servis Komputer di Jalan KH Turaichan Adjhuri (Sucen) turut Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, berhasil ditangkap.

Pelaku yang diketahui berinisial IM (34) merupakan warga asli Madura itu dibekuk polisi di sebuah rumah kos yang berada di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, pada Senin (11/9/2023).

Sementara korbannya, Leni Nur Asita (17) warga Kabupaten Demak.

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto (tengah) bersama Kapolsek Kota Iptu Subkhan saat menggelar konferensi pers, Senin (18/9/2023). (Foto:J02)

Saat pelaku ditangkap, barang bukti motor Vario berpelat H 3955 BNE milik korban sudah dilarikan hingga ke Pulau Madura. Polisi pun langsung bergegas mencari keberadaan motor yang sudah dijual ke saudara pelaku tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto menjelaskan, motor milik korban akhirnya berhasil diamankan di wilayah Pulau Madura. Keberadaan motor itu diketahui setelah pelaku berhasil ditangkap, serta dari pendalaman identifikasi yang dilakukan dari rekaman CCTV.

”Jadi kami kejar kendaraannya hingga ke pulau Madura, dan berhasil kami dapatkan. Satu orang tersangka dan barang bukti motor sarana milik pelaku yang awalnya ditinggalkan untuk melakukan aksi juga berhasil kami amankan,” katanya, dalam konferensi pers di Mapolsek Kota, Senin (18/9/2023).

Sementara itu Kapolsek Kota Iptu Subkhan menambahkan, pelaku sudah menjual motor yang dicurinya hingga ke wilayah Pulau Madura. Motor milik korban itu dijual ke keluarga pelaku dengan harga Rp 6,5 juta.

”Kebetulan yang membeli keluarganya. Setelah pelaku kami tangkap, kami lacak dari komunikasinya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pelaku diamankan bersama seorang temanya yang tertangkap kamera CCTV mengantar pelaku untuk mengambil motornya yang sebelumnya disembunyikan.

”Temannya hanya dimintai tolong dan tidak tahu kalau pelaku itu usai mencuri motor. Alasanya itu pelaku bilang kalau motornya mogok dan ditinggal. Jadi satu orang tersangkanya,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku pun disangkakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (J05/A01)

Komentar