Limbah Lindi TPA Tanjungrejo Cemari Sungai hingga di Hadipolo, Warga Pertanyakan Komitmen Pemkab

- Jurnalis

Minggu, 15 Juni 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air sungai di Desa Hadipolo terlihat menghitam dan berbau, diduga akibat limbah lindi dari TPA Tanjungrejo. (Foto: JP)

Air sungai di Desa Hadipolo terlihat menghitam dan berbau, diduga akibat limbah lindi dari TPA Tanjungrejo. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus –Pencemaran sungai akibat limbah lindi dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kudus kembali memicu keluhan warga.

Tak hanya mencemari aliran sungai di Desa Tanjungrejo, lindi yang menghitamkan air dan menimbulkan bau menyengat itu kini juga mengalir hingga ke Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam mengelola TPA tersebut.

Salah satu warga Hadipolo, Junaedi, mengungkapkan bahwa air sungai di desanya sudah berubah warna menjadi hitam pekat sejak sebelum Ramadan 2025. Bau tak sedap pun kerap tercium dari aliran sungai yang berasal dari arah TPA.

“Airnya hitam dan bau. Ini sudah lama terjadi. Sungai ini alirannya dari arah TPA Tanjungrejo. Jelas limbah lindi yang jadi penyebabnya,” ujarnya saat ditemui di pinggir sungai, Sabtu (14/6/2025).

Warga RT 2 RW 2 tersebut mengaku khawatir jika pencemaran ini dibiarkan terus-menerus. Ia menyebut, jika aliran sungai yang tercemar itu sampai meresap ke sumur-sumur warga, dampaknya akan lebih serius bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap segera ada tindakan. Jangan sampai sumur warga ikut tercemar. Kalau sudah begitu, masyarakat sangat dirugikan,” tegasnya.

Dari penelusuran di lapangan, tercatat bahwa aliran sungai di Hadipolo tersebut tersambung langsung dengan sungai di sebelah barat Balai Desa Tanjungrejo. Airnya sama-sama berwarna hitam dan berbau menyengat.

Baca Juga :  Kepepet Ekonomi, Pemuda Asal Tuban Nekat Curi Burung Murai Milik Warga Sunggingan Kudus

Keluhan serupa juga disampaikan Djamasri (55), warga Tanjungrejo yang tinggal tak jauh dari sungai. Ia mengaku pencemaran akibat limbah lindi bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung lama. Ia menilai, penanganan pemerintah selama ini tidak menunjukkan hasil signifikan.

“Setelah disegel warga, ternyata lindi tetap mengalir ke sungai. Komitmen pemerintah kami pertanyakan. Jangan sampai dibiarkan begitu saja,” ujar Djamasri.

Ia menambahkan, beberapa warga bahkan mulai merasakan dampak limbah lindi pada air sumur mereka. Air sumur berubah menjadi hitam, terasa licin saat dipakai mandi, dan tidak lagi layak dikonsumsi.

“Ini harus ditangani serius. Kalau tidak, pencemaran bisa makin parah. Warga yang menanggung akibatnya,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah limbah lindi tersebut. Saat ini, kata dia, Pemkab tengah melakukan pembenahan tata kelola TPA Tanjungrejo.

“Kami pastikan akan segera ditangani. Targetnya, pekan depan lindi sudah tidak mencemari sungai lagi,” ujar Halil melalui sambungan telepon, Sabtu (14/6/2025).

Meski demikian, warga berharap janji tersebut tidak sekadar menjadi wacana. Mereka menuntut tindakan nyata dan berkelanjutan untuk mengakhiri pencemaran yang telah terjadi selama bertahun-tahun. (J02/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 288 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru