Lahan Dilirik Investor, Pemkab Kudus Urung Pembangunan RSUD Sunan Muria di Karangmalang

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono

Jurnalpantura.id, Kudus – Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Muria di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, berpotensi mengalami perubahan.

Lahan yang sebelumnya disiapkan untuk proyek rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut kini mulai menarik perhatian sejumlah investor.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun membuka kemungkinan untuk mengalihkan pemanfaatan lahan tersebut kepada pihak swasta.

Langkah itu dipertimbangkan lantaran kondisi keuangan daerah dinilai belum memungkinkan untuk membiayai pembangunan rumah sakit baru secara mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, mengatakan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu pertimbangan utama.

Pemkab Kudus masih mengkaji skema kerja sama yang memungkinkan apabila pembangunan dilakukan bersama pihak ketiga.

“Kalau dengan APBD dengan kondisi keuangan seperti ini tidak kuat. Kalau kerjasama dengan pihak ketiga masih kita kaji bentuk kerjasamanya,” ujar Eko, Rabu, 9/9/2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan ketertarikan investor terhadap lahan tersebut dapat membuat rencana pembangunan RSUD Sunan Muria ditunda.

Terlebih, kemampuan fiskal Pemkab Kudus saat ini cukup terbatas setelah adanya pemangkasan Transfer ke Kas Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurut Hakam, pembangunan rumah sakit baru juga tidak menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Pemerintah pusat justru mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan fasilitas dan layanan pada rumah sakit yang sudah beroperasi.

“Kalau bangun baru kan berhubungan dengan TKD, karena Menteri Kesehatan juga tidak bisa memberikan sumbangan DAK maupun lainnya. Menkes tidak tertarik (pembangunan RSUD baru), arahnya justru pengembangan RSUD yang sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdikpora Ungkap Penyebab 120 SD di Kudus Belum Memiliki Kepala Sekolah Definitif

Sebelumnya, pembangunan RSUD Sunan Muria direncanakan mulai direalisasikan pada 2027. Fasilitas kesehatan tersebut nantinya akan diarahkan untuk menangani berbagai penyakit paru-paru.

Namun, Hakam menyebut saat ini sudah ada sekitar tiga investor yang menunjukkan ketertarikan untuk memanfaatkan lahan di Karangmalang.

Salah satu investor bahkan dikabarkan memiliki rencana membangun rumah sakit berstandar internasional. Hakam menilai peluang tersebut patut dipertimbangkan karena dapat mendukung perkembangan sektor kesehatan sekaligus investasi di Kabupaten Kudus.

“Karena (Pemkab Kudus) tidak punya uang (untuk membangun RSUD), jadi pasti investor yang cukup menjanjikan bagi investasi di Kudus boleh juga. Isunya rumah sakit internasional, itu kan malah cukup bagus,” ungkap Hakam.

Meski demikian, belum ada keputusan final mengenai pemanfaatan lahan tersebut. Pemkab Kudus masih melakukan kajian terhadap berbagai opsi kerja sama.

Jika lahan akhirnya disewakan kepada investor, pembangunan RSUD Sunan Muria kemungkinan besar tidak akan dilakukan dalam waktu berdekatan.

Selain itu, lahan di Desa Wetan, Kecamatan Jati, tepat di depan Terminal Jati Kudus, juga dikabarkan mulai dilirik investor untuk pembangunan rumah sakit.

“Tapi ini masih belum resmi, masih dikabarkan, tapi Kudus memang butuh rumah sakit karena banyak pasien dari berbagai daerah yang berobat di Kudus. Bisa jadi Hospital Tourism,” tukas Hakam. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru