Kudus Jadi Pusat Perhatian Jalantara, Angkat Ulama Besar Syekh Abdul Hamid

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: JP)

(Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus menjadi sorotan utama dalam rangkaian Jelajah Turots Nusantara (Jalantara) zona Jawa-Madura yang digelar Nahdlatut Turots, dengan mengangkat warisan keilmuan dan peradaban Syekh Abdul Hamid Kudus.

Kegiatan tersebut diawali dengan Seminar Nasional (Semnas) bertajuk Syekh Abdul Hamid Kudus dan Jejak Ulama Nusantara, yang dilangsungkan di Pendopo Kantor Bupati Kudus pada Ahad (13/7/2025).

Semnas menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, akademisi Mahrus El Mawa, serta pengurus Nahdlatut Turots Gus Nanal Ainal Fauz.

Mereka mengupas peran penting Syekh Abdul Hamid Kudus sebagai ulama besar yang mampu menyatukan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal, serta membawa nama Kudus dikenal luas dalam jagat keilmuan Islam internasional.

Ketua Panitia Jalantara zona Jawa-Madura, Ahmad Najib AR, menegaskan bahwa Syekh Abdul Hamid adalah sosok sentral dalam pembangunan peradaban Islam Nusantara.

“Meski wafat di Makkah, nama Kudus tetap beliau banggakan dalam setiap karya tulisnya. Ini menunjukkan betapa kuatnya identitas lokal yang beliau bawa ke kancah global,” ujarnya.

Baca Juga :  Jemaah Menyemut di Maulid Nabi Sukun Group

Ia juga menyoroti bahwa berbagai ritual keagamaan yang menjadi tradisi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), seperti doa awal dan akhir tahun serta wirid harian, memiliki sanad yang bersambung ke karya Syekh Abdul Hamid, terutama kitab Tanzih an-Najah wa As-Surur.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut mengapresiasi kegiatan Jalantara yang dinilai mampu membuka kembali sejarah keilmuan yang nyaris terlupakan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah ikhtiar penting untuk menjaga jati diri bangsa yang religius dan berakar pada khazanah keilmuan para ulama,” tuturnya.

Rangkaian Jalantara di Kudus tidak hanya berhenti pada seminar. Pada malam harinya, digelar pengajian akbar dan peluncuran kitab Fathul Aliyyil Karim di Gedung Menara Kudus.

Selain itu, selama 13–16 Juli 2025, digelar pameran turots Syekh Abdul Hamid di Gedung Cermin dan workshop di Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin, Bendan.

Dengan berbagai agenda tersebut, Kudus benar-benar tampil sebagai pusat perhatian dalam Jalantara, mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat peradaban Islam Nusantara. (J02/A01)

Berita Terkait

Kekeringan Melanda Sejumlah Desa, Pemkab Kudus Gelar Salat Istisqa
Salat Istisqa Bakal Digelar di Halaman Pendopo Kudus, Sekda Ajak Warga Berdoa Minta Hujan
Kemarau Panjang Meluas, Kodim Kudus Gelar Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
Tradisi Minum Susu Putih Saat 1 Muharam Dipersilakan, Ini Penjelasan MUI Kudus
Pelantikan 9 DPAC FKDT Jadi Momentum Memajukan Pendidikan Diniyah di Kudus
Memotong Ego di Stadion Wergu Wetan: Pesan Iduladha Terakhir Sebelum Revitalisasi
Muhammadiyah Kudus Siapkan 36 Titik Shalat Idul Adha 1447 H
Ribuan Umat Katolik di Kudus Larut dalam Khidmat Misa Kamis Putih di Gereja Santo Yohanes Evangelista
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kekeringan Melanda Sejumlah Desa, Pemkab Kudus Gelar Salat Istisqa

Kamis, 3 September 2026 - 18:21 WIB

Salat Istisqa Bakal Digelar di Halaman Pendopo Kudus, Sekda Ajak Warga Berdoa Minta Hujan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Kemarau Panjang Meluas, Kodim Kudus Gelar Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Tradisi Minum Susu Putih Saat 1 Muharam Dipersilakan, Ini Penjelasan MUI Kudus

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:44 WIB

Pelantikan 9 DPAC FKDT Jadi Momentum Memajukan Pendidikan Diniyah di Kudus

Berita Terbaru