Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam. (Foto: J05)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan di wilayah eks-Karesidenan Pati.

Hal itu terlihat dari tingginya jumlah ibu yang memilih menjalani persalinan di sejumlah rumah sakit di Kudus hingga Agustus 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, jumlah persalinan di rumah sakit wilayah setempat telah mencapai sekitar 7.600 kasus.

Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 lebih merupakan warga Kabupaten Kudus, sementara lebih dari 1.000 lainnya berasal dari luar daerah.

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan pasien dari luar Kudus berasal dari sejumlah kabupaten di sekitar Kudus, di antaranya Jepara, Pati, Demak, dan Grobogan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kudus.

“Angka masyarakat yang ingin berobat ke Kudus itu sangat tinggi. Angka kelahiran sampai bulan Agustus ini mencapai sekitar 7.600. Yang warga Kudus sendiri sekitar 6.000 sekian, jadi ada lebih dari 1.000 itu bukan orang Kudus,” ujar dr. Hakam.

Menurutnya, tingginya jumlah pasien dari luar daerah tidak dapat langsung diartikan bahwa tingkat kesakitan masyarakat Kudus tergolong tinggi.

Sebaliknya, kondisi tersebut lebih menunjukkan kemampuan fasilitas kesehatan di Kudus dalam melayani kebutuhan masyarakat dari wilayah sekitar.

Hakam menilai posisi geografis Kudus yang strategis turut mendukung perkembangan sektor kesehatan. Dengan fasilitas rumah sakit dan tenaga medis yang tersedia, Kudus dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai daerah di sekitarnya.

Baca Juga :  Belanja Pinter Gizine Bener, Karyawan Djarum Diajak Penuhi Gizi Keluarga dengan Modal Rp25 Ribu

“Potensi Kudus sebagai center rumah sakit atau pusat layanan kesehatan itu sangat memungkinkan. Ini bukan semata-mata karena angka kesakitan tinggi, melainkan karena kebutuhan fasilitas penampung dari daerah sekitar Kudus yang besar. Ibaratnya, ini sudah berpotensi menjadi hospital tourism,” jelasnya.

Potensi tersebut juga diperkuat dengan ketersediaan tenaga medis spesialis. Saat ini, Kudus tercatat memiliki sedikitnya 20 dokter spesialis anak dan lebih dari 15 dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain memperkuat sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur dan layanan kesehatan juga terus dilakukan.

Salah satu layanan yang tengah dipersiapkan adalah spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) untuk menangani operasi jantung terbuka atau open heart, yang ditargetkan mulai beroperasi menjelang akhir 2026.

Melihat prospek tersebut, minat investor swasta untuk membangun rumah sakit baru di Kudus mulai bermunculan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah lahan di Karangmalang yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pembangunan RSUD Sunan Muria.

Pemkab Kudus menyambut positif rencana tersebut karena keberadaan investor dinilai dapat memperluas pilihan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan tanpa menambah beban APBD.

“Maksud saya justru lebih baik. Kalau ada investor masuk tentu sangat bagus, karena kompetisi layanan kesehatan akan makin sehat dan kompetensi serta mutu layanannya pun otomatis ikut meningkat,” pungkas dr. Hakam. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru