Jurnalpantura.id, Kudus — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Selasa (4/11/2025) pagi, menyambut datangnya musim penghujan.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen kolaborasi penanggulangan bencana di Kudus, diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Kudus, jajaran Forkopimda, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Organisasi Masyarakat (Ormas), perusahaan, hingga elemen masyarakat tingkat desa.
Dalam apel ini, alat-alat dan kendaraan tanggap bencana juga dipamerkan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, didampingi Wakil Bupati Bellinda Birton dan Forkopimda, berkeliling meninjau kondisi semua alat dan kendaraan, memastikan semuanya siap digunakan.
“Melalui apel hari ini, semua sepakat bahwa penanggulangan bencana di Kudus akan dilakukan bersama-sama, dan kita selalu berdoa semoga Kudus terhindar dari bencana alam,” kata Bupati Sam’ani.
Bupati Sam’ani menginstruksikan agar upaya tanggap bencana harus diaktifkan hingga tingkat desa.
Ia meminta Poskamling tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu dalam mendeksi dini bencana alam di wilayah masing-masing.
“Jadi Poskamling tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban saja, tapi juga termasuk kesiapsiagaan (bencana) di lingkungannya masing-masing,” tegas Bupati.
Himbauan ini pun sudah disosialisasikan melalui media sosial dan Surat Edaran (SE) hingga tingkat RT/RW.
Lebih lanjut, mengenai penanganan infrastruktur, Bupati menyebutkan bahwa normalisasi sungai telah banyak dilakukan berkat kerja keras Dinas PUPR, BBWS, PSDA, dibantu TNI-Polri.
Namun, ia menyoroti masalah sampah yang menyangkut di jembatan yang kini menjadi tugas bersama untuk dibersihkan.
Bupati juga dengan tegas mengizinkan penggunaan ekskavator milik Dinas PUPR untuk membersihkan sungai. Ia menegaskan bahwa alat tersebut adalah milik negara dan rakyat Kabupaten Kudus, bukan milik dinas.
“Kalau mau digunakan, gunakan saja, semua itu milik negara, milik rakyat Kabupaten Kudus, bukan milik dinas,” tegasnya.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengungkapkan ada sekitar 500 anggota kepolisian yang disiagakan untuk membantu penanggulangan bencana, dan mereka telah dibekali pelatihan pertolongan pertama serta keterampilan memotong pohon.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menambahkan bahwa 315 relawan BPBD siaga 24 jam dan dapat dihubungi melalui call center 112.
Eko juga mencatat bahwa 81 desa/kelurahan yang rawan bencana banjir dan longsor kini sudah memiliki Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) yang siap memberikan bantuan. (J03/A01)










