Kasus HIV di Kudus Capai 144 Orang, Kelompok LSL Masih Dominasi Temuan 2025

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat sebanyak 144 Orang dengan HIV (ODHIV) hingga Oktober 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kasus masih terus ditemukan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Mayoritas kasus berasal dari kelompok lelaki suka lelaki (LSL), yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto menyampaikan bahwa dari total temuan, sebanyak 40 kasus berasal dari kalangan LSL. Selain itu, 38 kasus ditemukan pada kelompok pelanggan pekerja seks, 29 kasus dari populasi umum, serta 17 kasus pada pasien TB.

Temuan lainnya mencatat 9 kasus dari pasangan ODHIV, dua kasus pada ibu hamil, serta satu kasus dari wanita pekerja seksual (WPS).

Nuryanto menegaskan, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia remaja, sehingga penting untuk memperkuat edukasi pencegahan sejak dini.

“Deteksi dini ini sangat membantu karena pengobatan dapat segera diberikan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut,” tambahnya.

Dominasi kasus pada kelompok LSL disebut berkaitan dengan sifat komunitas yang relatif tertutup. Menurut Nuryanto, hal ini membuat edukasi dan penjangkauan kesehatan membutuhkan pendekatan yang lebih intensif.

Baca Juga :  Jaga Keselamatan Bersama, Warga Diimbau Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

“Komunitas ini relatif tertutup dan memiliki risiko tinggi bila tidak memahami cara pencegahan. Penularan bisa terjadi ketika ada pasangan yang sudah terinfeksi dan menularkan ke pasangannya,” ujarnya.

Sementara itu, kasus HIV yang ditemukan pada calon pengantin berasal dari hasil skrining kesehatan sebelum menikah. Skrining ini dinilai membantu mengidentifikasi kasus lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi penularan.

“Tantangan terbesar penanggulangan HIV di Kudus adalah keterbukaan dan stigma. Banyak penderita baru terdeteksi ketika kondisinya sudah berat. Padahal, jika diketahui lebih awal, penanganannya jauh lebih baik,” katanya.

Nuryanto menambahkan bahwa terapi antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi secara rutin mampu menekan risiko penularan hingga mendekati nol—baik kepada pasangan maupun bayi.

Ia juga menekankan perlunya edukasi, keterbukaan, serta lingkungan yang mendukung agar penderita tidak mengalami stigma yang dapat menghambat proses pengobatan.

Berdasarkan data DKK Kudus, tren kasus HIV beberapa tahun terakhir cenderung fluktuatif. Pada 2024 tercatat 146 kasus, kemudian 150 kasus pada 2023, 217 kasus di tahun 2022, 123 kasus pada 2021, serta 154 kasus pada 2020. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru