Jurnalpantura.id, Kudus – Tren buruk Persiku Kudus di Pegadaian Championship 2025/2026 berlanjut. Menjamu Kendal Tornado FC dalam laga ke-8, tim berjuluk Laskar Macan Muria ini harus kandas dengan skor 0-2 di Stadion Wergu Wetan Kudus pada Sabtu (1/11/2025).
Kekalahan ini menjadi yang keenam bagi Persiku sepanjang awal musim. Akibatnya, Persiku kini terperosok di posisi ke-9 klasemen sementara grup Timur dengan hanya mengumpulkan 4 poin, satu tingkat di atas dasar klasemen. Sementara Kendal Tornado FC berhasil bangkit dan naik ke posisi 6 dengan total 11 poin.
Permainan Persiku sore itu dinilai sangat mengecewakan. Gol cepat tim tamu di menit ke-12 langsung membuat konsentrasi para pemain Persiku buyar. Gol tersebut menghancurkan strategi dan taktik yang telah disiapkan tim pelatih.
Kepercayaan diri yang hilang ini terus terbawa hingga babak kedua, meskipun tim pelatih mencoba memasukkan striker Igor Henrique Da Silva. Pemain Persiku berulang kali melakukan kesalahan fatal, bahkan pada dasar-dasar permainan seperti passing.
Gol kedua Kendal Tornado FC tercipta pada menit ke-66 oleh pemain asing mereka, Patrick Cruz, yang masuk sebagai pemain pengganti. Skor 0-2 bertahan hingga akhir, meninggalkan 971 penonton yang hadir di Stadion Wergu Wetan dalam kekecewaan.
Karteker Persiku, Noor Hadi, mengungkapkan kekecewaan dan kebingungannya usai pertandingan. Ia menyebut para pemain sama sekali tidak menjalankan game plan yang telah dilatih.
“Anak-anak pada main sendiri-sendiri, gak tahu tim ini ada apanya, kebersamaannya masih kurang solid, dasar-dasar masih banyak salah, passing, dan sebagainya,” ungkap Noor Hadi.
Ia pun mempertanyakan kondisi mental para pemain yang sangat berbeda antara saat latihan dan saat pertandingan.
“Krisis mental atau apa, saya kurang paham, gak tahu. Latihan sama pertandingan, mereka sangat berbeda sekali, entah kenapa,” tambahnya.
Meski diliputi kekecewaan, Noor Hadi berjanji akan berupaya maksimal untuk menyiapkan tim menghadapi pertandingan tandang melawan Persipura Jayapura pada 7 November 2025 mendatang.
Pemain Persiku, Ferry Cahyo Utomo, meminta maaf kepada seluruh warga Kudus dan Suporter Macan Muria atas hasil buruk ini. Ia membenarkan bahwa mental pemain terpukul saat kebobolan gol cepat di menit awal.
“Di awal kami kecolongan gol, akhirnya hilang fokus, game plan pelatih akhirnya tidak bisa jalan sesuai rencana,” aku Ferry, sambil mengakui bahwa permainan tim lawan lebih bagus.
Di kubu lawan, Pelatih Kepala Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, bersyukur atas tiga poin yang diraih. Ia mengakui pertandingan berlangsung menarik, tetapi mental dan tekad pemain Kendal Tornado FC yang lebih siap menjadi kunci kemenangan.
“Anak-anak sebelum main hari ini, mereka kompak memiliki keinginan yang sama untuk bangkit,” kata Stefan, menegaskan bahwa tekad kuat itulah yang membawa Laskar Badai Pantura meraih tiga poin di kandang Persiku. (J03/A01)










