Inovasi Lokal, Gaung Nasional: SI GANDRUNG Bawa Mifrohul Hana Tembus Final PAI Award 2025

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mc. Mifrohul Hana (berpeci nomor dua dari kiri).

Mc. Mifrohul Hana (berpeci nomor dua dari kiri).

Jurnalpantura.id, Kudus – Berkat inovasi menghadirkan aplikasi SI GANDRUNG (Singkatan dari Konsultasi Moderasi Beragama dan Resensi Buku Pejuang Agama), Penyuluh Agama Islam (PAI) asal Kabupaten Kudus, Mc. Mifrohul Hana berhasil menembus 10 besar nominasi terbaik PAI Award Nasional 2025 dalam kategori Penguatan Moderasi Beragama.

Aplikasi SI GANDRUNG merupakan sebuah terobosan digital yang memberikan ruang edukatif bagi masyarakat untuk berdialog lintas iman, memperkuat nilai toleransi, serta membumikan literasi kebangsaan yang inklusif.

Inovasi ini membuktikan bahwa dakwah kini tidak hanya terbatas di atas mimbar, namun dapat menjangkau ruang-ruang virtual yang lebih luas dan kontekstual.

“Ini bukan hanya tentang aplikasi, tapi gerakan sunyi yang mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan merawat keberagaman,” ujar Mifrohul Hana.

Keberhasilan SI GANDRUNG juga turut mengantar Kabupaten Kudus ditetapkan sebagai Lokasi Prototipe Moderasi Beragama Provinsi Jawa Tengah melalui SK Dirjen Bimas Islam Nomor 1033 Tahun 2024.

Tak hanya berhenti di ranah digital, Mifrohul turut menggagas pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, sebagai bentuk moderasi yang nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Pegiat Dakwah Muhammadiyah Eks-Karisidenan Pati Ikuti Pengajian Ramadhan 1445H PWM Jateng

Nama Mifrohul Hana kini bersanding dengan delapan penyuluh inspiratif lainnya dari Jawa Tengah yang juga masuk 10 besar PAI Award Nasional 2025.

Mereka adalah Rosyid Muhammadi (Wonosobo), Kambali (Karanganyar), Tasripan (Grobogan), Faidus Sa’ad (Banyumas), Mustaqim (Salatiga), Miftachul Azizi (Temanggung), Muh. Ngirhashon (Klaten), dan Herawati Suyatno P (Karanganyar).

Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan lumbung penyuluh agama yang berintegritas, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Ajang penghargaan PAI Award Nasional akan mencapai puncaknya pada Agustus 2025. Harapan dan doa terus mengalir agar Mifrohul Hana mampu meraih Juara I dan membawa harum nama Kudus di kancah nasional.

Namun lebih dari sekadar gelar, langkah ini telah membuktikan bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari desa, dari penyuluh, dan dari keberanian untuk berinovasi.

Dari Kudus, cahaya moderasi menyala, dan dari tangan Mifrohul Hana, benih toleransi dan cinta Tanah Air ditanamkan di tengah keberagaman Indonesia. (J02/A01)

Berita Terkait

Kekeringan Melanda Sejumlah Desa, Pemkab Kudus Gelar Salat Istisqa
Salat Istisqa Bakal Digelar di Halaman Pendopo Kudus, Sekda Ajak Warga Berdoa Minta Hujan
Kemarau Panjang Meluas, Kodim Kudus Gelar Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
Tradisi Minum Susu Putih Saat 1 Muharam Dipersilakan, Ini Penjelasan MUI Kudus
Pelantikan 9 DPAC FKDT Jadi Momentum Memajukan Pendidikan Diniyah di Kudus
Memotong Ego di Stadion Wergu Wetan: Pesan Iduladha Terakhir Sebelum Revitalisasi
Muhammadiyah Kudus Siapkan 36 Titik Shalat Idul Adha 1447 H
Ribuan Umat Katolik di Kudus Larut dalam Khidmat Misa Kamis Putih di Gereja Santo Yohanes Evangelista
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kekeringan Melanda Sejumlah Desa, Pemkab Kudus Gelar Salat Istisqa

Kamis, 3 September 2026 - 18:21 WIB

Salat Istisqa Bakal Digelar di Halaman Pendopo Kudus, Sekda Ajak Warga Berdoa Minta Hujan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Kemarau Panjang Meluas, Kodim Kudus Gelar Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Tradisi Minum Susu Putih Saat 1 Muharam Dipersilakan, Ini Penjelasan MUI Kudus

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:44 WIB

Pelantikan 9 DPAC FKDT Jadi Momentum Memajukan Pendidikan Diniyah di Kudus

Berita Terbaru