Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 48 titik tanggul sungai di Kabupaten Kudus mengalami longsor, imbas dari bencana banjir yang melanda selama dua pekan kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus merinci, titik tanggul longsor itu tersebar di 13 desa di lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Mejobo, Kota, Undaan, Kaliwungu dan Jekulo.
Meliputi, tanggul Sungai Dawe turut Desa Golantepus sebanyak 8 titik, Sungai Piji turut Desa Hadiwarno 4 titik, Sungai Dawe turut Desa Temulus 4 titik dan di Sungai Piji turut Desa Kesambi 3 titik.
Selain itu, tanggul Sungai Gelis turut Desa Singocandi 4 titik, Sungai Wulan turut Desa Undaan Lor 4 titik, Sungai Wulan Drainase (SWD) 1 turut Desa Setrokalangan 2 titik, Sungai Jrakah turut Desa Gamong 4 titik.
‘Kemudian, tanggul Sungai Jrakah turut Desa Setrokalangan 2 titik, Sungai Logung turut Desa Bulung Kulon 3 titik, Sungai Logung turut Desa Sadang 3 titik, Sungai Jawik turut Desa Plade 3 titik dan Sungai Dawe turut Desa Mejobo 5 titik.
Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus, Mundir mengatakan, untuk saat sekarang pemerintah daerah Kudus belum bisa berbuat banyak untuk menangani tanggul longsor tersebut.
‘’Karena kewenangan sungai ada di pusat, kami akan koordinasikan dengan BBWS selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah,’’ kata Mundir, Senin (16/1/2023).
Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan segera menindaklanjuti arahan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono terkait koordinasi dengan BBWS Pemali Juana dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Seluna.
‘’Arahan dari Pak Menteri kemarin soal penanganan banjir akan segera kita tindak lanjuti, dengan gencar berkoordinasi dan berkomunikasi bersama BBWS Pemali Juana dan BPSDA Seluna,’’ katanya.
Pihaknya pun mengaku telah mengungkapkan masukan dan solusi soal penanganan banjir di Kudus kepada Menteri Basuki secara langsung. Ini mengingat, bencana banjir di Kudus tahun ini telah menggenangi pemukiman warga di 30 desa sampai 2 pekan.
‘’Sudah kita jelaskan semua permasalahannya. Masukan dan solusi terkait penanganan banjir ini dengan normalisasi sungai dan penggantian pompa air juga sudah kita sampaikan,” tukasnya. (J05/A01)










