Hingga Mei 2024, DKK Kudus Catat Tiga Orang Meninggal Karena DBD

- Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nyamuk penyebab Demam Berdarah

Ilustrasi Nyamuk penyebab Demam Berdarah

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ada 136 orang sempat dirawat lantaran kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi sejak Januari hingga Mei 2024. Kasus tersebut tersebar di 19 puskesmas.

“Hingga saat ini ada 136 kasus DB yang dirawat di 19 puskesmas di Kudus, mulai Januari hingga Mei (2024),” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Kudus, Dharsono, Selasa (28/4/2024).

Dari jumlah kasus yang ada, lanjut Dharsono, tiga orang diantaranya meninggal dunia lantaran DBD. Dua di antaranya sempat dirawat di Puskesmas Dawe, sedangkan satu korban lainnya sempat dirawat di Puskesmas Rejosari.

“Untuk kasus meninggal terjadi di Bulan April (2024) kemarin,” tambahnya.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada, serta meminta obat abate di masing-masing puskesmas atau kader kesehatan di desa. Obat abate ini dinilai lebih efektif untuk membunuh jenitik-jentik nyamuk.

“Kalau fogging kan cuma membunuh nyamuk dewasa, jadi kurang efektif. Minta abate di puskesmas gratis, itu lebih efektif untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Kudus Sambangi Pameran Temporer “Utsava Kretek” di Museum Kretek

Dharsoni melanjutkan, DKK Kudus pun kembali mengimbau masyarakat untuk memperkuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Ini mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu atau pancaroba.

Gerakan 3M Plus yang dimaksut yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Lalu, poin plus-nya antara lain, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.

Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru