Hasil CKG, Ratusan Warga Kudus Terdeteksi Alami Gejala Gangguan Jiwa Ringan

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ratusan warga mengalami gejala gangguan jiwa ringan, seperti kecemasan dan depresi, berdasarkan hasil pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pemeriksaan dilakukan terhadap 89.535 orang sejak Februari hingga September 2025. Hasilnya, sebanyak 563 orang atau 0,63 persen terindikasi mengalami kecemasan, sementara 687 orang atau 0,77 persen menunjukkan gejala depresi.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, mengatakan bahwa temuan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan jiwa di masyarakat.

“Gangguan kesehatan jiwa yang ditemukan memang bervariasi, dari ringan seperti kecemasan dan depresi, hingga sedang seperti waham, dan kasus berat seperti psikosis serta skizofrenia,” jelas Nuryanto, Rabu, 17/9/2025.

Ia menambahkan bahwa skrining ini penting sebagai deteksi awal agar gangguan jiwa dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Menurut Nuryanto, gangguan jiwa tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Salah satu faktor yang sering menjadi pemicu pada usia muda adalah kasus perundungan atau bullying.

“Anak yang jadi korban bullying bisa berubah menjadi pemurung, penakut, bahkan bisa sampai mencoba bunuh diri. Ini sangat mengkhawatirkan dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Cegah Kanker Serviks, Siswi MI Al Mannar Mulai di Suntik Vaksin HPV

Untuk menanggulangi hal tersebut, DKK Kudus telah membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (PKJM) yang akan bekerja sama dengan pemerintah desa, karang taruna, PKK, dan stakeholder lainnya.

Tim ini ditugaskan untuk menjangkau langsung masyarakat hingga tingkat desa agar penderita gangguan jiwa bisa segera ditangani. Tim PKJM juga telah dibekali pelatihan khusus dalam menangani kasus kesehatan jiwa.

“Tim ini tidak hanya mendeteksi, tetapi juga melakukan intervensi. Artinya, mereka akan mencari tahu penyebab gangguan jiwa yang dialami seseorang dan mencari solusi terbaik, termasuk rujukan pengobatan bila diperlukan,” imbuh Nuryanto.

Selain itu, Pemkab Kudus juga menggandeng Panti Muria yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Ngembalrejo untuk memperluas layanan kesehatan jiwa. Kolaborasi ini diharapkan bisa mengoptimalkan penanganan kasus dan memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap edukasi dan komunikasi tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa bisa semakin digalakkan, agar kasus ringan tidak berkembang menjadi gangguan berat,” pungkas Nuryanto. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru