Jurnalpantura.id, Kudus – Gelaran Sukun Youth Series III Season 2025-2026 sukses mencuri perhatian insan tenis meja nasional.
Atmosfer kompetisi yang semakin memanas di seri ketiga ini mendapat apresiasi khusus dari mantan penggawa Timnas Tenis Meja Indonesia, Gilang Maulana.
Gilang, yang kini menjabat sebagai Pelatih SCM Lampung, mengaku terkesan dengan peningkatan level kompetisi tahun ini. Menurutnya, keputusan panitia menghadirkan pemain kelas dunia asal Malaysia memberikan warna baru dan tantangan mental bagi para atlet muda lokal.
Bagi Gilang, kehadiran pemain internasional bukan sekadar pelengkap turnamen, melainkan standar evaluasi yang nyata bagi para atlet binaannya.
”Kalau atmosfer ini ketambahan dari pemain Malaysia, mungkin membuat lebih banyak pengalaman dan ilmu yang bisa dijadikan evaluasi,” ungkap Gilang saat ditemui di lokasi pertandingan, Sabtu 14/02/2026
Meski membawa nama besar SCM Lampung, Gilang memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan bahwa target utamanya di Sukun Youth Series kali ini bukanlah ambisi naik podium semata, melainkan kematangan bermain anak didiknya.
Ia menekankan beberapa poin penting bagi para pemain muda:
Adaptasi Teknik: Mempelajari gaya main pemain internasional. Mental Bertanding: Menghadapi tekanan di atmosfer turnamen yang kompetitif.
Evaluasi Menyeluruh: Menjadikan setiap kekalahan dan kemenangan sebagai bahan rapor latihan di daerah.
“Saya menekankan kepada anak didik agar menjadikan ajang ini sebagai ladang pembelajaran yang berharga,” pungkasnya. (J02/A01)










