Gerakan Aktifkan Posyandu Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Kudus Terapkan 6 SPM

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris menghadiri sekaligus membuka Kampanye Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat Gerakan Aktifkan Posyandu di Posyandu Mawar Merah Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin, 18/5/2026.(Foto: Istimewa)

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris menghadiri sekaligus membuka Kampanye Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat Gerakan Aktifkan Posyandu di Posyandu Mawar Merah Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin, 18/5/2026.(Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris menghadiri sekaligus membuka Kampanye Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat Gerakan Aktifkan Posyandu di Posyandu Mawar Merah Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin, 18/5/2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, Endhah menyampaikan bahwa konsep Posyandu saat ini telah berkembang menjadi “New Posyandu” yang berbeda dengan Posyandu sebelumnya.

Jika sebelumnya Posyandu hanya berfokus pada layanan kesehatan, kini Posyandu mengusung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang melibatkan berbagai sektor pelayanan masyarakat.

“Kalau Posyandu dulu khusus kesehatan saja, sekarang ada Posyandu 6 SPM. Ini merupakan kolaborasi lintas OPD, bukan hanya Dinas Kesehatan saja,” ujarnya di hadapan kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat yang hadir.

Ia menjelaskan, melalui Posyandu 6 SPM, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya mencakup kesehatan, tetapi juga bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Karena itu, pelaksanaan Posyandu membutuhkan sinergi antarorganisasi perangkat daerah agar pelayanan berjalan maksimal di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan sistem enam meja pelayanan yang menjadi bagian dari implementasi Posyandu 6 SPM.

Menurut Endhah, sosialisasi terkait perubahan sistem ini perlu terus dilakukan agar masyarakat maupun kader memahami fungsi masing-masing layanan.

Baca Juga :  Sehari Diresmikan, BLK Pecangaan Tampung PP Dari Bali

“Kali ini ada enam meja. Jadi memang perlu sosialisasi karena Posyandu sekarang tidak hanya kesehatan saja, tetapi juga berkaitan dengan lintas OPD seperti DKK, PUPR, PKPLH, Dinas Sosial, dan pendidikan,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran kader Posyandu dan kader PKK.

Menurutnya, para kader perlu memahami tugas dan kegiatan dalam Posyandu 6 SPM agar mampu memberikan pelayanan yang mudah dijangkau, cepat, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Endhah menyebutkan, hingga saat ini 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus belum sepenuhnya menjalankan Posyandu berbasis 6 SPM.

Oleh karena itu, Desa Purworejo dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan atau pilot project pelaksanaan Posyandu terpadu di Kabupaten Kudus.

“Kalau Desa Purworejo bisa dijadikan pilot project tentu akan sangat bagus. Ini bisa menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya dalam menjalankan Posyandu 6 SPM,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar pelaksanaan program terus dikoordinasikan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta didukung keaktifan masing-masing OPD terkait.

Dengan demikian, setiap dinas dapat memahami perannya saat turun langsung mendampingi masyarakat di desa.

Melalui Gerakan Aktifkan Posyandu, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap Posyandu dapat menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu, responsif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru