Jurnalpantura.id, Kudus – Gebyar PKL yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan akan start pada Sabtu (7/1/2024) mendatang. Gelaran ini akan berlangsung selama sepekan berturut-turut, yakni sampai Sabtu (13/1/2024).
Akan ada ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang akan memeriahkan Gebyar PKL. Total ada 360 stand yang terdiri dari 160 stand PKL kinjeng yang ditempatkan di area Simpang Tujuh Kudus, dan 200 stand PKL lainnya di sepanjang Jalan Sunan Kudus serta Jalan Ramelan.
Berbagai wahana permaian juga akan turut meramaikan Gebyar PKL, dimana lokasinya akan ditempatkan di area Jalan Ramelan. Kemudian, disemarakkan pula dengan acara talkshow, festival band, lomba foto, lomba rebana, lomba vlog, hingga lomba mewarnai.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Andi Imam Santosa mengatakan, Gebyar PKL yang diselenggarakan kali ini ditujukan dalam rangka membangkitkan ekonomi kerakyatan. Sesuai dengan tema yang diusung yakni Ekonomi Kerakyatan Membangun Negeri.
“Karena melihat situasi saat ini, Gebyar PKL ini juga diselengarakan untuk menjaga inflasi juga,” katanya, Selasa (2/1/2024).
Sementara itu, Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitna menambahkan, pembukaan Gebyar PKL akan dilangsungkan pada Sabtu (7/1/2023) sekira pukul 16.00 WIB. Panggung utama sendiri terletak di tengah Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Di Alun-alun Simpah Tujuh nanti juga akan disediakan pameran dinas sekitar 10 stand kedinasan, seperti dinas PKPLH yang melayani penukara sampah, stand kepolisian, stand kejaksaan negeri, dan lainnya. Sementara yang berada di Jalan Sunan Kudus dan Jalan Ramelan murni stand PKL.
“Untuk PKL yang sebelumnya sudah ada di Jalan Sunan Kudus juga masih tetap di sana, yang PKL khusus Gebyar PKL ini kami instruksi untuk membawa sendiri tenda sarnafil ukuran 3×3,” terangnya. (J05/A01)










