Jurnalpantura.id, Kudus – Karang Taruna Metro Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menggelar Jagongan Warga Karang Taruna (Jagakarta) dalam rangka menyemarakkan Hari Pahlawan ke-77, pada Sabtu (12/11/2022) kemarin.
Kegiatan Jagakarta berlangsung dirumah utama dari Keluarga Orang Terkaya se-Kudus yang memiliki julukan Raja Kretek, yakni Nitisemito. Adapun tema yang dibahas dalam jagongan adalah “The Crazy Rich From Kudus.”
Setiap perwakilan dari anggota karang taruna berbagai desa di kecamatan kota Kudus turut hadir. Bukan hanya ajang silaturahim saja, namun ini menjadi momentum pas untuk merefleksikan perjuangan pahlawan Indonesia.
Sejarawan Kudus Edi Supratno memantik pembicaraan dengan menggambarkan sosok Nitisemito pada kala itu. Dirinya menjelaskan bahwa Nitisemito merupakan sosok pribumi yang memiliki kekayaan luar biasa pada masanya.
“Nitisemito menjadi sosok yang sangat kaya pada masa itu di tengah-tengah kondisi banyaknya orang-orang Belanda,” ucapnya.

Hal itu, lanjut Edi, dibuktikan dengan adanya butik dokumentasi berupa foto perdagangannya yang pernah sampai di mancanegara.
Dibersamai keluarga dari Nitisemito, Sumarno, beliau menjelaskan relasi dan kedekatan Mbah Nitisemito dengan Paku Buwono X.
“Sama-sama memiliki etos yang tinggi dalam memimpin, hanya saja Mbah Nitisemito dalam ranah perekonomian sedangkan Paku Buwono X dalam perpolitikan.” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Metro Kecamatan Kota Kudus Arief Indarto menilai bahwa Mbah Nitisemito seharusnya layak diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini akan sangat didukung oleh warga Karang Taruna Kecamatan Kota.
“Meskipun telah diapresiasi dengan nama jalan, perlu kiranya anggota karang taruna mengawal dan mendukung Mbah Nitisemito sebagai Pahlawan Nasional, karena beliau telah berjuang dan berkontribusi besar di Kota Kretek ini”, ungkapnya Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota Kudus.
Ia juga menyampaikan sebelum kegiatan ini diadakan, menyempatkan bersama anggota untuk ziarah makam mbah Nitisemito. Arief berharap, Jagakarta ini berkelanjutan dengan tema dan pembahasan yang menarik lagi.
“Harapannya ada kegiatan yang serupa setelah ini, karena keterbatasan waktu perlu kiranya kita kulik lebih dalam sejarah Nitisemito” imbuhnya. (J05/A01)










