Jurnalpantura.id, Kudus – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 kembali digelar di Kabupaten Kudus. Ajang yang menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa dan bersastra Jawa tersebut diawali dengan seleksi di tingkat kecamatan sebelum berlanjut ke tingkat kabupaten hingga Provinsi Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan FTBI bukan sekadar perlombaan antarpelajar.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah yang kini semakin jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anggun, penggunaan bahasa Jawa di kalangan anak-anak perlu terus dibiasakan agar keberadaannya tidak semakin tergerus perkembangan zaman.
Terlebih, generasi muda saat ini dinilai lebih akrab dengan istilah dan bahasa pergaulan yang berkembang di media sosial.
“Nguri-nguri bahasa Jawa dan budaya supaya tidak luntur dan terbiasa diucapkan anak-anak, sekarang kan kita lihat fenomenanya banyak anak-anak yang justru lebih suka memakai bahasa gaul,” ujar Anggun, Sabtu, 29/8/2026.
Seleksi FTBI 2026 dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Disdikpora Kudus berharap proses seleksi tersebut mampu menjaring pelajar terbaik yang nantinya dapat membawa nama Kabupaten Kudus dalam kompetisi di tingkat Jawa Tengah.
“Untuk pelaksanaan di tingkat Kabupaten Kudus nanti jadwalnya 22 September 2026 di Gedung PBG (Pusat Belajar Guru),” kata Anggun.
Salah satu wilayah yang telah menggelar seleksi adalah Korwil Kecamatan Kota Kudus. Kegiatan yang berlangsung di SD 1 Mlatinorowito pada Sabtu, 29/8/2026, itu diikuti ratusan siswa sekolah dasar yang berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan.
Ketua Panitia FTBI tingkat Kecamatan Kota Kudus, Ali Ikhsan, menjelaskan terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan. Cabang tersebut meliputi nulis lan maca aksara Jawa, komedi tunggal, nembang macapat, geguritan, nulis cerkak, sesorah, dan mendongeng.
“Harapan kami, dengan diadakannya seleksi di tingkat kecamatan seperti ini, nantinya peserta yang akan melaju ke tingkat kabupaten bisa maksimal dan meraih prestasi,” ungkap Ali.
Kepala SD 1 Mlatinorowito, Nita Yuliana, menambahkan sekolahnya turut mengirimkan sejumlah siswa untuk mengikuti beberapa cabang lomba, yakni sesorah, geguritan, mendongeng, cerkak, dan aksara Jawa.
Ia berharap para siswa mampu tampil percaya diri dan menjunjung sportivitas selama perlombaan.
“Semoga bisa berlomba dengan maksimal dan bisa meraih juara,” harap Nita.
Ia menilai, selain mengejar kemenangan, keikutsertaan dalam FTBI juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenal dan melestarikan bahasa serta budaya Jawa. (J05/A01)










