Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan yang Merata dan Berkualitas, Bupati Kudus Lobi Kemenkes

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Bellinda Birton di Kemenkes (Foto:Kominfo)

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Bellinda Birton di Kemenkes (Foto:Kominfo)

Jurnalpantura.id, Jakarta – Langkah nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kudus kembali digencarkan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton menemui Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta pada Rabu 29/04/2026.

Audiensi ini bertujuan untuk mengajukan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2027, khususnya untuk pengembangan RSUD dr. Loekmono Hadi serta rencana pembangunan rumah sakit baru, RSUD Sunan Muria.

Bupati Kudus memaparkan secara komprehensif kondisi dan kebutuhan layanan kesehatan di Kabupaten Kudus. Bupati juga menekankan bahwa peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan menjadi prioritas utama, sejalan dengan target pembangunan nasional (RPJMN) bidang kesehatan.

Selain itu, disampaikan pula analisis situasi RSUD dr. Loekmono Hadi yang masih memerlukan peningkatan kapasitas layanan, baik dari sisi fasilitas maupun ketersediaan tenaga medis spesialis. Untuk itu, diajukan usulan DAK dengan estimasi anggaran sebesar Rp30,84 miliar guna mendukung pengembangan rumah sakit tersebut.

Tak hanya itu, Bupati juga menggarisbawahi urgensi pembangunan RSUD Sunan Muria sebagai rumah sakit baru. Hal ini dilatarbelakangi oleh belum adanya fasilitas rumah sakit di tiga kecamatan, yakni Bae, Dawe, dan Gebog, dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi serta tingginya angka rujukan mencapai lebih dari 16 ribu kasus.

“Pembangunan RSUD Sunan Muria menjadi kebutuhan mendesak untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit ini direncanakan bertipe C dengan kapasitas 105 tempat tidur serta layanan unggulan KIA, paru, dan kanker,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Anggaran TKD Dipangkas, Rencana Pembangunan RS Sunan Muria di Kudus Terkendala

Lebih lanjut, pembangunan rumah sakit baru tersebut telah disiapkan berdasarkan Detail Engineering Design (DED) dengan estimasi nilai fisik mencapai Rp218,26 miliar.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa pengajuan DAK ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI agar usulan DAK Tahun Anggaran 2027 ini dapat terealisasi. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kudus,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, khususnya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan rujukan.

“Kami mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat layanan kesehatan, baik melalui peningkatan kapasitas RSUD dr. Loekmono Hadi maupun rencana pembangunan RSUD Sunan Muria. Kementerian Kesehatan pada prinsipnya mendukung upaya daerah yang berorientasi pada peningkatan akses dan mutu layanan, sepanjang perencanaan dan kesiapannya matang serta selaras dengan prioritas nasional,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat Kabupaten Kudus dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan berdaya saing. (J02/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru