DKK Kerahkan 19 Puskesmas, Jemput Bola Program BIAS 2024 ke SD dan MI se-Kudus

- Jurnalis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Puskesmas Undaan, Kudus. (Foto:Istimewa)

Pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Puskesmas Undaan, Kudus. (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengerahkan 19 Puskemas untuk mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Bulan Vitamin A Tahun 2024 serentak bagi murid sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Kudus Darsono menargetkan capaian BIAS Tahun 2024 dapat mencapai 100 persen.

“Kita tetap targetkan 100 persen anak yang menjadi sasaran BIAS 2024 itu ikut imunisasi semua,” ujarnya.

Ada sebanyak 6.200 murid putra dan putri kelas 1 SD atau MI yang menjadi sasaran imunisasi MR (Measles Rubella). Imunisasi ini diberikan untuk melawan virus yang menyebabkan campak dan rubella bagi anak.

Lalu, 12.550 murid putri kelas 5 dan 6 SD atau MI menjadi sasaran imunisasi HPV (Human Papillomavirus). Imunisasi HPV ini diberikan untuk mencegah virus yang dapat menyebabkan infeksi kulit, termasuk kutil kelamin.

“Jadi semua SD dan MI menjadi sasaran. Kita mulia tanggal 1 Agustus 2024 kemarin dan menargetkan bisa rampung tanggal 15 Agustus 2024 mendatang,” bebernya.

Baca Juga :  RS Aisyiyah Kudus Perkuat Kemitraan dengan Media Lewat Silaturahmi Ramadan

Upaya yang dilakukan, sambung Dia, dengan mengerahkan petugas kesehatan dari masing-masing puskesmas untuk melakukan imunisasi jemput bola ke sejumlah SD dan MI se-Kabupaten Kudus.

Apabila nanti terdapat siswa yang tidak masuk sekolah dan belum terimunisasi program BIAS, pihaknya akan mengimbau kepada para guru agar mengantarkan anak tersebut ke puskesmas.

“Jadi tidak yang namanya kelewatan, kita data dengan rinci. Nanti kalau ada anak yang sakit atau berhalangan hadir ke sekolah, kita minta agar gurunya mengantarkan anak tersebut ke puskesmas untuk imunisasi,” jelasnya.

Darsono melanjutkan, imunisasi MR dan HPV disebut aman bagi anak. Kedua jenis imunisasi ini juga penting diberikan kepada anak, untuk menjaga kesehatannya di masa depan.

“Kalau nanti habis disuntik terus panas, itu sudah biasa. Bisa dikasih obat penurun panas. Kita pastikan untuk imunisasi ini aman bagi anak,” tandasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru