Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kundus mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Berbagai tahapan dilakukan sejak dini agar proses penerimaan siswa baru berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Pelaksanaan SPMB jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026 mendatang. Seperti tahun sebelumnya, proses pendaftaran dan seleksi untuk tingkat SMP tetap menggunakan sistem daring atau online.
Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat beberapa penyesuaian aturan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu perubahan yang cukup menonjol terdapat pada jalur prestasi yang mulai memasukkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen penilaian.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya kini fokus mematangkan seluruh persiapan teknis maupun administrasi agar tahapan SPMB dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, koordinasi internal telah dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem, sekolah, hingga proses pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan penerimaan peserta didik baru berlangsung.
Selain itu, Disdikpora Kudus juga akan mulai menggelar sosialisasi kepada sekolah-sekolah dan masyarakat pada pekan depan. Sosialisasi tersebut dilakukan agar seluruh pihak memahami mekanisme dan aturan baru yang diterapkan dalam SPMB tahun ini.
“Minggu depan baru kita jadwalkan untuk sosialisasi,” tuturnya, Jumat, 29/5/2026.
Anggun menjelaskan bahwa secara umum sistem penerimaan tidak mengalami banyak perubahan. Namun, penggunaan nilai TKA pada jalur prestasi menjadi pembeda utama karena penilaian kini lebih menitikberatkan pada kemampuan akademik siswa.
“Persentase kuota penerimaan masih sama seperti tahun sebelumnya. Jalur domisili mendapat kuota 40 persen, jalur prestasi 35 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan teknis penerimaan siswa baru juga tetap mengacu pada pola sebelumnya. SPMB tingkat SMP dilakukan secara daring, sedangkan penerimaan peserta didik jenjang SD tetap dilaksanakan secara luring atau offline.
“Di SMPN 3 Kudus itu kan ada KKO (Kelas Khusus Olahraga) itu nanti digelar offline, biasanya lebih dahulu dilaksanakan sekitar dua minggu sebelumnya,” tambahnya.
Disdikpora Kudus juga menegaskan akan memperketat proses verifikasi data calon peserta didik guna mencegah praktik manipulasi alamat pada jalur domisili. (J05/A01)










