Dialek Muria Menggema di Kudus, 10 Tim Pelajar Adu Aksi di Lomba Bahasa Jawa 2025

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan SMP 5 Kudus dalam Lomba Dialog Bahasa Jawa 2025 yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY di Hotel Griptha Kudus, Rabu, 3/9/2025. (Foto: J05)

Penampilan SMP 5 Kudus dalam Lomba Dialog Bahasa Jawa 2025 yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY di Hotel Griptha Kudus, Rabu, 3/9/2025. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bahasa Jawa dialek Muria menjadi bintang utama dalam Lomba Dialog Bahasa Jawa 2025 yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY.

Bertempat di Ballroom Hotel Grypta, Kabupaten Kudus, Rabu, 3/9/2025, sebanyak 10 tim finalis dari empat kabupaten eks Karesidenan Pati tampil memukau dalam babak grand final.

Lomba yang pertama kali digelar ini diikuti 34 tim perwakilan siswa SMP dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Blora.

Dari seleksi awal berbasis video, panitia memilih 10 tim terbaik untuk tampil langsung di panggung. Masing-masing tim terdiri dari dua siswa, membawakan dialog dalam dialek khas daerah mereka.

Suasana ballroom pun disulap menjadi panggung pentas budaya yang hidup. Dialek Muria dari berbagai wilayah disajikan dalam format dialog yang menghibur, penuh pesan moral, dan dikemas secara kreatif.

Penonton, yang terdiri dari guru, orang tua, dan tamu undangan, tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan.

Baca Juga :  DPRD Kudus Desak Penindakan Tambang Ilegal di Tanjungrejo, Satpol PP Akui Kewenangan Terbatas

Pamong Budaya Ahli Madya BPK Wilayah X, Wikanto Harimurti, mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya takbenda.

“Bahasa Jawa dialek Muria merupakan kekayaan linguistik yang perlu dijaga eksistensinya. Lomba ini jadi ruang ekspresi budaya sekaligus bentuk edukasi kebudayaan untuk generasi muda,” ujarnya.

Dari sepuluh finalis, SMPN 1 Tayu Pati berhasil keluar sebagai juara pertama. Disusul SMPN 1 Dawe Kudus sebagai runner-up, dan SMPN 1 Jepara di posisi ketiga.

Sementara dua sekolah dari Kudus, yakni SMPN 1 Jati dan SMPN 5 Kudus, masing-masing meraih posisi keempat dan keenam.

“Bahasa, cerita rakyat, kuliner, hingga tradisi lisan adalah bagian dari objek pemajuan kebudayaan. Lomba ini jadi bentuk perayaan atas kekayaan budaya lokal, dan semoga semakin banyak anak muda yang ikut menjaga dan mencintainya,” harap Wikanto. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru