Layanan Gigi Periodonsia di RSUD Kudus Sudah Terjamin BPJS Kesehatan

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan gigi periodonsia di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (Foto: Istimewa)

Layanan gigi periodonsia di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah melengkapi layanan spesialistik gigi.

Mulai September 2025, RSUD dr. Loekmono Hadi Layanan baru yakni Poli Gigi Periodonsia sudah bisa dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam, Sp.A menjelaskan, layanan gigi periodonsia mulai dibuka sejak Juli 2025. Namun baru bisa dimanfaatkan oleh peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) awal bulan ini.

“Alhamdulillah, sekarang sudah diapprove BPJS Kesehatan,” katanya.

Dijelaskan, sebelumnya RSUD dr. Loekmono Hadi memiliki empat layanan gigi dan mulut yakni klinik gigi umum, klinik spesialis bedah mulut dan maksilofasial, klinik spesialis orthodonti, klinik spesialis konservasi gigi.

Kini. ditambah klinik periodonsia yang dilayani oleh drg. M. Nabeel Wildan, Sp.Perio.

Layanan periodonsia buka setiap hari. Pihaknya berharap keberadaan layanan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi.

Baca Juga :  Pameran Tapa Ngeli Tuai Pujian, Disbudpar Kudus Siapkan Dua Event Pameran Nasional Tahun Ini

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia RSUD dr. Loekmono Hadi drg. M. Nabeel Wildan menjelaskan, layanan ini fokus menangani masalah gusi, jaringan penyangga gigi, hingga tulang rahang.

Selama ini, keluhan yang paling sering ditangani berkaitan dengan karang gigi, gusi bengkak, gusi turun atau naik (resesi gusi), gigi goyang, hingga gummy smile atau kondisi ketika gusi terlalu tampak saat tersenyum.

“Kalau dibiarkan, karang gigi bisa merusak gusi dan tulang. Kalau tulangnya rusak, gigi bisa goyang dan lama-lama copot,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk mendeteksi sejak dini permasalahan gigi dan gusi.

“Kebanyakan pasien baru datang saat sudah parah. Padahal kalau ditangani lebih awal, gigi masih bisa diselamatkan,” katanya.

Selain perawatan, pasien juga akan mendapat edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, pemilihan sikat gigi yang tepat, hingga pola menyikat yang tidak merusak gusi. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru