Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Desa (Pemdes) Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terus memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pengembangan dua komoditas unggulan, yakni pisang raja dan jamur tiram.
Program ini dijalankan melalui penyertaan modal desa kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sendang Karya Purworejo dan saat ini telah memasuki tahap persiapan lahan sebagai langkah awal implementasi.
Kepala Desa Purworejo, Noor Chamid, mengungkapkan bahwa penyertaan modal merupakan bagian dari alokasi dana desa tahun ini.
“Penyertaan modal 20 persen dari dana desa itu nilainya sekitar Rp 170 juta. Itu kemarin sudah kita serahterimakan ke pengurus BUMDes dan itu untuk budidaya pisang raja sekitar 500 bibit sama budidaya jamur tiram 2000 baglog,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa progres kegiatan sudah berjalan cukup signifikan dan kini memasuki tahap pengerjaan fisik.
“Nah ini sudah progres, proyeknya sudah jalan mungkin sekitar 40 persen,” katanya.
Program ini dijalankan setelah melalui Musyawarah Desa (Musdes) serta evaluasi menyeluruh mengenai kelayakan usaha. Noor Chamid menegaskan bahwa keputusan penyertaan modal diambil berdasarkan paparan lengkap dari pengurus BUMDes.
“Setelah musdes, dari pihak pengurus BUMDes meyakinkan ke kita lah kalau usahanya itu memang ada rencana dan hasilnya,” ujarnya.
Budidaya pisang raja dan jamur tiram dilakukan secara bersamaan karena keduanya memanfaatkan lahan yang sama. Pemanfaatan lahan terpadu ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas wilayah tersebut.
“Bareng langsung dua-duanya, karena lokasinya kebetulan satu lokasi. Di dekat Sendang Jodoh, lahan milik desa,” tambahnya.
Lokasi yang dipilih dinilai sangat sesuai terutama untuk budidaya jamur tiram. Faktor mikroklimat yang mendukung dinilai dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas produksi.
“Kondisinya di situ udaranya sejuk, lembab, rindang dan berdekatan dengan obyek wisata Sendang Jodoh,” kata Noor Chamid.
Pemerintah desa memastikan bahwa seluruh proses pengembangan komoditas ini mendapatkan pendampingan penuh.
Ia berharap program ini dapat menghidupkan kembali lahan desa yang sebelumnya tidak produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Purworejo. (J05/A01)










