Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan pengecekan langsung terhadap kandungan makanan dari sejumlah Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di Kampung Ramadan Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus.
Kegiatan ini dilakukan guna memastikan jajanan yang dikonsumsi masyarakat aman bagi kesehatan.
Pengecekan sampel jajanan dilakukan pada Selasa, 3/3/2026, meliputi rooles berwarna, cumi bakar, cauki, dan ayam teriyaki.
DKK Kudus mengambil sampel tersebut untuk diuji di laboratorium, terutama untuk mengetahui adanya penggunaan bahan berbahaya seperti pewarna sintetis maupun pengawet berbahaya.
Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya.
“Kami melakukan pengecekan apakah mengandung bahan berbahaya seperti rondamin (pewarna) dan boraks (pengawet). Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 4/3/2026.
Kegiatan pengecekan makanan di Kampung Ramadan merupakan agenda rutin DKK Kudus setiap tahun bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Langkah ini bertujuan menjaga kesehatan masyarakat dengan memastikan makanan yang dijual di pinggir jalan memenuhi standar keamanan pangan.
Uji laboratorium dilakukan melalui rapid test sanitarian kit, yang memungkinkan pemeriksaan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan secara langsung di lapangan.
Menurut Nuryanto, lokasi pengecekan dipilih karena saat ini kawasan Demaan menjadi pusat keramaian, menggantikan Pasar Bubar Kawasan Menara yang ramai pada tahun-tahun sebelumnya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa makanan yang dijual PKL di kawasan tersebut aman dikonsumsi. Tidak ditemukan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.
Namun, DKK Kudus masih menemukan sejumlah pedagang menggunakan styrofoam untuk membungkus makanan panas, padahal hal ini sudah dilarang menurut aturan kesehatan.
“Kami juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar menggunakan kertas atau dus sebagai pengganti styrofoam,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih jajanan, memperhatikan higienitas, kesegaran, dan aroma makanan sebelum dikonsumsi, sehingga tidak tergiur hanya oleh warna atau bau menarik yang bisa membahayakan kesehatan di kemudian hari. (J05/A01)










