Cek Sampel, DKK Kudus Pastikan Jajanan PKL di Kampung Ramadan Aman dari Zat Berbahaya

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengecekan sampel jajanan di Kampung Ramadan Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Pengecekan sampel jajanan di Kampung Ramadan Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan pengecekan langsung terhadap kandungan makanan dari sejumlah Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di Kampung Ramadan Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus.

Kegiatan ini dilakukan guna memastikan jajanan yang dikonsumsi masyarakat aman bagi kesehatan.

Pengecekan sampel jajanan dilakukan pada Selasa, 3/3/2026, meliputi rooles berwarna, cumi bakar, cauki, dan ayam teriyaki.

DKK Kudus mengambil sampel tersebut untuk diuji di laboratorium, terutama untuk mengetahui adanya penggunaan bahan berbahaya seperti pewarna sintetis maupun pengawet berbahaya.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya.

“Kami melakukan pengecekan apakah mengandung bahan berbahaya seperti rondamin (pewarna) dan boraks (pengawet). Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 4/3/2026.

Kegiatan pengecekan makanan di Kampung Ramadan merupakan agenda rutin DKK Kudus setiap tahun bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Langkah ini bertujuan menjaga kesehatan masyarakat dengan memastikan makanan yang dijual di pinggir jalan memenuhi standar keamanan pangan.

Baca Juga :  Diduga Bocor, Razia Satpol PP Kudus Hanya Temukan Satu Cafe Buka

Uji laboratorium dilakukan melalui rapid test sanitarian kit, yang memungkinkan pemeriksaan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan secara langsung di lapangan.

Menurut Nuryanto, lokasi pengecekan dipilih karena saat ini kawasan Demaan menjadi pusat keramaian, menggantikan Pasar Bubar Kawasan Menara yang ramai pada tahun-tahun sebelumnya.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa makanan yang dijual PKL di kawasan tersebut aman dikonsumsi. Tidak ditemukan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.

Namun, DKK Kudus masih menemukan sejumlah pedagang menggunakan styrofoam untuk membungkus makanan panas, padahal hal ini sudah dilarang menurut aturan kesehatan.

“Kami juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar menggunakan kertas atau dus sebagai pengganti styrofoam,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih jajanan, memperhatikan higienitas, kesegaran, dan aroma makanan sebelum dikonsumsi, sehingga tidak tergiur hanya oleh warna atau bau menarik yang bisa membahayakan kesehatan di kemudian hari. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru