Jurnalpantura.id, Kudus – Puluhan siswa dari 47 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kudus mengikuti aksi deklarasi damai yang dipusatkan di SMA Negeri 2 Kudus, Senin, 11/5/2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pelajar yang aman, damai, dan kondusif.
Deklarasi damai itu ditandai dengan penandatanganan bersama oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakapolres Kudus Rendi Johan Prasetyo, Kasdim 0722/Kudus Muhlisin, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Budi Santosa.
Penandatanganan tersebut turut disaksikan para perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani Intakoris mengaku prihatin atas maraknya aksi tawuran dan keberadaan geng motor yang sempat meresahkan masyarakat di Kabupaten Kudus beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan pihak sekolah.
“Kita bersama-sama prihatin, kondisi Kabupaten Kudus kemarin ada beberapa yang tawuran, geng-geng motor yang meresahkan masyarakat. Pada kesempatan ini, semua hadir untuk Kudus damai,” ujar Sam’ani di hadapan para siswa.
Ia menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan.
Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas siswa dinilai menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, aparat keamanan, maupun orang tua.
Sam’ani juga meminta jajaran Forkopimcam untuk memperketat patroli di wilayah masing-masing guna mencegah potensi tawuran sejak dini.
Selain itu, guru dan orang tua diminta aktif memantau perkembangan perilaku siswa agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif maupun perundungan di lingkungan sekolah.
“Jangan sampai ada perundungan dan korban lain lagi setelah ini. Polres akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku. Karena kalian sudah 17 tahun, sehingga aturan hukum sudah berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo menyampaikan bahwa deklarasi damai tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi negatif.
“Kami akan memperkuat peran Binaan Masyarakat (Binmas) melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah agar siswa lebih aktif dalam kegiatan positif,” tuturnya.
Ketua OSIS SMA Masehi Kudus, Fani, menyambut baik kegiatan deklarasi damai tersebut. Menurutnya, gerakan itu dapat menjadi pengingat sekaligus tameng bagi para pelajar agar menjauhi tawuran dan kekerasan.
Dengan adanya deklarasi bersama, seluruh perwakilan SMA dan SMK di Kabupaten Kudus diharapkan semakin solid dalam menyerukan perdamaian demi terciptanya Kudus yang aman dan kondusif. (J05/A01)










