Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menebar 15 ribu benih ikan nila di saluran Kedunggupit Kiri, Jum’at 10/04/2026, sembari mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai sebagai bagian penting dari keberhasilan program tersebut.
Kegiatan yang mengusung slogan “tebar benih ikan, tebar kebaikan” ini tidak hanya bertujuan memperkaya ekosistem perairan, tetapi juga membangun kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
Bupati berharap lingkungan sungai tetap terjaga sehingga manfaat dari penebaran ikan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia menyampaikan, dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, ikan nila yang ditebar diperkirakan sudah mulai tumbuh dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu potensi yang didorong adalah aktivitas memancing yang dapat menjadi peluang tambahan penghasilan bagi warga sekitar.
“Selain menjaga keseimbangan lingkungan, ini juga bisa memberi dampak ekonomi. Namun masyarakat tetap harus mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.
Setelah kegiatan tersebut, Bupati melanjutkan agenda dengan meninjau Gerakan Pangan Murah di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Dalam kunjungannya, ia turut membeli dan mengenalkan berbagai produk UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik, menjelaskan bahwa benih ikan yang ditebar merupakan nila berwarna merah-oranye dengan jumlah sekitar 15 ribu ekor dan berumur 2 hingga 3 bulan.
Menurutnya, ikan tersebut diperkirakan siap dipanen setelah tambahan waktu pemeliharaan sekitar 3 hingga 4 bulan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa selama tiga bulan pertama masyarakat belum diperbolehkan memancing agar pertumbuhan ikan berlangsung optimal.
Didik juga mengungkapkan rencana penambahan benih ikan dalam waktu dekat dengan jumlah yang sama, sehingga total populasi nantinya mencapai 30 ribu ekor. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil serta daya tarik bagi masyarakat.
Selain itu, pihaknya akan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi air, khususnya tingkat keasaman (pH), serta perkembangan dan kesehatan ikan. Hasil pengujian sementara menunjukkan kualitas air berada dalam kondisi normal dan mendukung pertumbuhan ikan.
Ia menambahkan, pemilihan ikan nila dinilai lebih aman untuk perairan umum dibandingkan jenis lain seperti lele yang memiliki sifat kanibal. Dengan karakter tersebut, ikan nila berpotensi berkembang biak lebih cepat tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.
Terkait lokasi penebaran, Didik memastikan saluran irigasi Kedungpipit Kiri cukup layak dan minim risiko banjir. Berdasarkan pengalaman selama ini, area tersebut relatif aman dari luapan air sehingga ikan dapat tumbuh dengan baik.
Ke depan, setelah memasuki masa panen sekitar 4 hingga 7 bulan, masyarakat dipersilakan memanfaatkan hasilnya, termasuk melalui kegiatan memancing yang diharapkan mampu menambah pemasukan warga setempat. (J02/A01)










